Paulus Waterpauw Sidak ke Pasar Sanggeng, Nelayan pun Ungkap Keluhan ke Pj Gubernur Papua Barat Itu

"Bukan hanya memantau harga ikan, tapi mendengar kendala nelayan di Manokwari, dan ternyata banyak," kata Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw

 TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
SIDAK PASAR - Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, dan TPID Papua Barat melakukan inspeksi dadakan di Pasar Ikan Sanggeng, Manokwari, Kamis (12/1/2022) siang. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw,  bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID) Papua Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional di Manokwari, Kamis (12/1/2023) siang.

Mengenakan batik biru dan topi putih, Paulus Waterpauw memulai sidak ke pangkalan pendaratan ikan (PPI).

Ia lalu ke stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dan bertanya-jawab dengan para pedagang di Pasar Ikan Sanggeng.

"Hari ini kita bukan hanya memantau harga ikan, tapi mendengar kendala nelayan di Manokwari, dan ternyata banyak," kata Paulus Waterpauw kepada awak media di Manokwari.

Menurutnya, permasalahan nelayan di Manokwari yang ditampung hari ini sebagai basis perumusan kebijakan dan penetapan anggaran pada 2023.

Baca juga: Daftar Pimpinan 24 OPD di Papua Barat, 5 Kepala Dinas Berstatus Pelaksana Tugas

Selain kendala sarana seperti pabrik es dan kesediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan, Paulus Waterpauw pun meninjau potensi hasil tangkapan laut di Manokwari.

Termasuk potensi ekspor ikan tuna yang menjangkau pasar di Pulau Jawa (Jakarta), Bali dan Sulawesi (Makassar).

"Mulai dari tempat pelelangan ikan, BBM untuk nelayan sampai cold storage atau pabrik es, semua akan kita evaluasi," Pj Gubernur Papua Barat itu.

Soal pabrik es, Paulus Waterpauw mengungkapkan, ada dua opsi yaitu dikembangkan atau dipindahkan lokasinya.

Pasalnya, sudah belasan tahun pabrik es di Pasar Sanggeng tidak beroperasi.

Baca juga: Curhat Mama Penjual Sayur di Pasar Sanggeng: BBM Naik, Tarif Ojek Juga Naik

Dalam kesempatan dialog secara langsung dengan Paulus Waterpauw , Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Papua Barat, Ferry Auparay, meminta bantuan revitalisasi pabrik es.

"Rantai dingin nelayan selama ini terganggu, padahal hasil tangkapan laut melimpah dan ada peluang ekspor," ujar Ferry Auparay.

Ia mengaku, selama ini nelayan di Manokwari menyuplai es dari produksi rumah tangga.

Menurut dia, dampak buruk dari pola konsumsi es rumah tangga yakni nelayan Manokwari bertindak sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak ke laut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved