KPK Tangkap Lukas Enembe

Dokter Pribadi Usul Lukas Enembe Dirawat di RS Singapura: Di Sini Tidak Disiapkan Ubi dan Ketela

Dokter pribadi Gubernur Papua Lukas Enembe, dr Anton Mote menyampaikan terkait keluhan kliennya saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Tersangka kasus suap, Gubernur Papua, Lukas Enembe mengenakan rompi tahanan KPK dengan tangan diborgol dan menggunakan kursi roda saat dihadirkan dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2023). 

Mereka sempat melancarkan gangguan keamanan di kawasan Bandara Sentani.

Baca juga: Setelah Tangkap Lukas Enembe, KPK Bekukan Rekening Pemprov Papua, Bagaimana Gaji ASN?

Karena itu, Yanto meminta masyarakat untuk terus menjaga kedamaian di Papua.

"Saya terus berkoordinasi dengan semua pihak di Sentani, baik itu tokoh masyarakat dari daerah pegunungan, dan seluruh paguyuban serta pihak keamanan untuk kita bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai," ujar Yanto di Sentani, Jumat (13/1/2023).

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak tersulut informasi hoaks.

"Saya sebagai tokoh adat di Kota Sentani, mempunyai tanggungjawab untuk menjaga wilayah adat saya agar tetap aman, dan nyaman agar seluruh aktivitas dapat berjalan dengan normal," ujarnya.

(TribunNetwork/den/fah/mam/wly) (Tribun-Papua.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lukas Enembe Protes Tidak Diberi Ubi dan Ketela di RSPAD, Dokter Pribadi Harap Dirawat di Singapura dan di Tribun-Papua.com dengan judul Yanto Eluay Ajak Masyarakat Papua Jaga Kedamaian Pasca-penangkapan Lukas Enembe

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved