Pemerintah Distrik Ayamaru Timur Selatan Kunjungi SD Inpres 112 Kambuskato
"Kami peduli pada kesehatan dan pendidikan yang terjadi di Kabupaten Maybrat," ujar Norce Way
Penulis: Demas Yona Kornelius Wamaer | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pemerintah-Distrik-Ayamaru-Timur-Selatan-mengunjungi-SD-Inpres-112-Kambuskato.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pemerintah Distrik Ayamaru Timur Selatan mengunjungi SD Inpres 112 Kambuskato di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (17/02/2023).
Kepala Distrik Ayamaru Timur Selatan, Norce Way, mengatakan kunjungan tersebut untuk melihat langsung proses belajar di SD Inpres 112 Kambuskato.
Pemerintah distrik, ucapnya, juga ingin memantau kesehatan para murid sebagai bagian dari upaya mencegah stunting.
Saat kunjungan itu, Norce Way dan rombongan membagi-bagikan makanan tambahan berupa bubur kacang hijau.
"Kami peduli pada kesehatan dan pendidikan yang terjadi di Kabupaten Maybrat," ujar Norce Way melalui Sekdis Ayamaru Timur Selatan.
Baca juga: Literasi Sejak Dini, SD Inpres 54 Oransbari Manokwari Selatan Buka Taman Baca, Ada Wahana Bermain
Menurutnya, pemerintah distrik berusaha mencegah agar para murid SD Inpres 112 Kambuskato aman dari masalah stunting.
Sebelumnya, Kepala SD Inpres 112 Kambuskato, Marike Howay, mengatakan sekolah hanya memiliki lima guru.
Perinciannya, tiga guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan 2 guru honorer yang diperbantukan.
"Walaupun kekurangan guru, kami tetap bersemangat melakukan proses belajar mengajar," kata Marike Howay saat ditemui di SD Inpres 112 Kambuskato, Jumat (17/02/2023).
Baca juga: SD Inpres 112 Kambuskato Maybrat Hanya Punya 5 Guru, Kepala Sekolah: Kami Masih Semangat Belajar
Ia mengaku sekolah yang dipimpinnya masih membutuhkan lebih banyak guru, terutama untuk pelajaran matematika dan agama.
Karena itu, Marike Howay berharap Dinas Pendidian Kabupaten Maybrat bisa mengirim guru ke SD Inpres 112 Kambuskato.
Selain itu, kesejahteraan para guru pun diperhatikan.
Ia mengatakan SD Inpres 112 Kambuskato terkendala karena dana bantuan operasional sekolah (BOS) berkurang seriring berkurangnya jumlah murid.