BKKBN Papua Barat Optimalkan 1.837 Tim Pendamping Keluarga untuk Percepatan Penurunan Stunting

BKKBN Papua Barat pada tahun ini akan memfokuskan penanganan stunting di Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong.

TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
STUNTING - Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Papua Barat, Philmona Maria Yarollo, ditemui usai mengikuti secara hybrid ‘Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Menko PMK’, Selasa (21/2/2023). BKKBN memegang mandat sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting. 

“Satu di antara langkah strategis penurunan stunting dari BKKBN yaitu memfasilitasi rapat koordinasi TPPS,” kata Philmona Maria Yarollo.

Baca juga: Cegah Kasus Stunting, Pemda Maybrat Bagi-bagi Telur untuk Pelajar dan Warga

Lebih lanjut ia bilang, pihaknya pada tahun ini akan memfokuskan penanganan stunting di Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong.

Lantaran, di kedua daerah ini, memiliki jumlah penduduk yang paling banyak dan prevalensi stunting mengalami kenaikan signifikan pada 2022.

Berdasarkan data SSGI 2022, prevalensi stunting Kabupaten Manokwati sebesar 36,6 persen atau mengalami kenaikan sebesar 9,7 persen dari tahun sebelumnya.

Kota Sorong, memiliki prevalensi stunting sebesar 27,2 persen atau naik 7,3 persen dari tahun sebelumnya.

"Supaya bisa seperti Kabupaten Maybrat, yang turun signifikan 7,2 persen dari tahun sebelumnya," ujar Philmona Maria Yarollo. (*)

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved