BKKBN Papua Barat
Turunkan Stunting, BKKBN Papua Barat Minta Komitmen Forkopimda Jadi Orang Tua Asuh
Untuk menjadi orang tua asuh bagi penderita stunting, ia meminta Forkopimda Papua Barat dan Forkopimda kabupaten perlu melakukan hal serupa.
Penulis: R Julaini | Editor: Haryanto
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat, Philmona Maria Yarollo menyebut, pihaknya bertanggung jawab untuk mendampingi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di seluruh Posyandu di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Dimana TPK bertugas mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita dan anak baduta.
Harapannya, pendampingan itu dapat menurunkan angka stunting di kedua provinsi tersebut.
Ia mencontohkan TPK harus mendampingi ibu hamil dengan mengarahkan agar dilakukan pemeriksaan secara rutin.
"Sehingga bisa mengetahui ibunya dan bayinya," ujarnya, pada Rabu (10/5/2023).
Baca juga: BKKBN Papua Barat Anjurkan Makan Ikan dan Daun Kelor Cegah Stunting pada Anak
Disebutnya, Posyandu pun melakukan pendampingan kepada orang tua yang memiliki anak bayi dan balita.
Tujuannya agar anak-anak itu dibawa ke Posyandu.
Untuk menurunkan angka stunting di Papua Barat, ia menyebut pihaknya sudah melakukan satu langkah lainnya.
Langkah lain yang dimaksud ialah menjadi pengasuh bagi 18 anak yang mengalami stunting di Pulau Mansinam dan Pulau Lemon.
"Kami sudah melakukan intervensi selama sebulan. Terus sampai tiga bulan," kata Maria.
Baca juga: BKKBN Papua Barat Beri Makanan Tambahan Anak Stunting di Kampung Mansinam, Siapkan Dapur Sehat
Untuk menjadi orang tua asuh bagi penderita stunting, ia meminta Forkopimda Papua Barat dan Forkopimda kabupaten perlu melakukan hal serupa.
"Ini kita menyiapkan bagaimana kita punya generasi, anak-anak Papua agar ke depan jadi generasi sehat dan cerdas," harap Maria.
Di kedua pulau itu, pihaknya juga menyiapkan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).
Dapur sehat itu menyiapkan nutrisi dan gizi yang cukup bagi anak penderita gagal tumbuh.
Baca juga: BKKBN Papua Barat Optimalkan 1.837 Tim Pendamping Keluarga untuk Percepatan Penurunan Stunting
Mendukung langkah BKKBN Papua Barat, Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw menyatakan siap menjadi Bapak Asuh Posyandu bagi 10 anak di Kelurahan Padarni.
Hal serupa juga dinyatakan Pj Sekda Papua Barat, Dance Sangkek.
Dance menyatakan siap menjadi Bapak Asuh Posyandu bagi lima anak di lokasi yang sama.
Keduanya menyampaikan hal itu dalam upaya penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Manokwari.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.