Kepala BKKBN Ajak Keluarga Refocusing Keuangan Rumah Tangga untuk Cegah Stunting
Refocusing keuangan keluarga, ucapnya, demi mengurangi pembelanjaan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Dana bisa dialihkan untuk mencegah stunting
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengajak keluarga-keluarga di Indonesia untuk mencegah stunting melalui refocusing keuangan rumah tangga.
Refocusing keuangan keluarga, ucapnya, demi mengurangi pembelanjaan yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Dana itu bisa dialihkan untuk upaya mencegah stunting dan mempercepat penurunan stunting.
Sebagian bisa menjadi modal usaha untuk kegiatan yang produktif seperti UPPKA atau UMKM.
"Berdasarkan data, pengeluaran rumah tangga nomor dua terbesar adalah untuk rokok dan beli pulsa, bukan membeli ikan atau telur untuk pemenuhan gizi anak dan keluarga," kata Hasto Wardoyo saat pembukaan Pameran Gelar Dagang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Graha Sedulang Setudung, Kabupaten Banyuasin, Selasa (04/07/2023).
Ia menyebut kesempatan keluarga menjadi sejahtera melalui UMKM, harus dimulai sekarang.
Baca juga: Kepala BKKBN Hasto Wardoyo: Pencegahan 80 Persen Efektif Turunkan Angka Stunting
Menurutnya, telah terjadi perubahan soal perkembangan teknologi sehingga pemasaran produk hasil usaha harus memanfaatkan teknologi.
Ada juga perubahan demografi penduduk. Saat ini, mayoritas penduduk Indonesia adalah anak-anak muda, potensi untuk membangun usaha sekaligus potensi pasar.
Pameran Gelar Dagang UPPKA 2023 resmi dibuka Bupati Banyuasin, H Askolani.
Pameran ini bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 bertema "Menuju Keluarga Bebas Stunting, Untuk Indonesia Maju".
"Dukung UMKM dan produk lokal Kabupaten Banyuasin dan produk Indonesia agar mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri."
Baca juga: Tribun Network Dapat Penghargaan dari BKKBN RI karena Program Semesta Mencegah Stunting
"Pameran ini menjadi momen positif bagi masyarakat Banyuasin, khususnya pelaku usaha UMKM untuk menuju UKM mandiri dan berdaya saing," kata Askolani.
Ketua Harian Badan Pengurus Pusat Andalan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (BPP AKU) sekaligus panitia Pameran Gelar Dagang, Erinaldi Alisman, menjelaskan pameran kali ini diikuti kelompok UPPKA dari 32 provinsi.
Total peserta pameran mencapai 180 stand. Kegiatan ini berlangsung selama 4-6 Juli 2023.
Hadiri Rakor Kredit Wilayah Sulampua, Melkias Werinusa: Ada Dua Kesimpulan dan Empat Rekomendasi |
![]() |
---|
DWP Kemenag Papua Barat Angkat Produk Lokal di Pameran UMKM 2025 |
![]() |
---|
Dukung UMKM Berkelanjutan, DWP Papua Barat Gelar Pameran dan Pelatihan Meracik Kopi |
![]() |
---|
Kepala Kanwil Kemenkum Pabar Hadiri Pameran UMKM di Kemenag Papua Barat |
![]() |
---|
Terry Iwou, Sosok Pemuda OAP Ciptakan Kemandirian Ekonomi hingga Meraih Sertifikasi Kementerian |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.