USAID Kolaborasi Latih 20 Local Champion, Andre Serhalawan: Perwakilan Tiga Entitas
Para Local Champion disebutnya ialah para influencer atau orang-orang yang sering tampil dan bersuara di setiap kampung.
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - USAID Kolaborasi menggelar penguatan kapasitas masyarakat untuk tata kelola pemerintahan.
Di mana setiap proses perencanaan penganggaran pembangunan khususnya yang berbasis Dana Otonomi Khusus (Otsus), dapat melibatkan masyarakat asli Papua secara aktif.
Manajer Program Kitong Bisa Foundation, Andre Serhalawan, kegiatan tersebut dikemas dalam Policy Bootcamp.
Baca juga: Pemkab Tambrauw, Pioner Tanah Papua dan WWF Gelar FGD, Sinergitas Program Kerja Mitra Pembangunan
Baca juga: 20 Mahasiswa Unipa Didanai USAID Magang di 4 Kementerian dan Desa Asimentris di Yogyakarta
Policy Bootcamp digelar untuk memilih sekaligus melatih peserta dari dua daerah yakni Kabupaten Manokwari dan Manokwari Selatan.
"Ada 20 orang atau Local Champion yang kita pilih dari kampung-kampung di dua daerah itu," kata Andre saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Hotel Swiss Belhotel, Jl Yos Sudarso, Manokwari, Senin (4/9/2023).
Para Local Champion berasal dari tiga entitas. Masing-masing ialah perempuan, pemuda dan disabilitas.
Pemilihan ketiga entitas itu mempertimbangkan bahwasanya, mereka sering terpinggirkan secara sosial dan kultur dalam setiap proses perencanaan pembangunan.
"Misalnya karena budaya patriarkat yang tinggi sehingga misalnya perempuan tidak mendapat tempat dan terpinggirkan," jelas Andre.
Penguatan kapasitas mementingkan tiga hal. Pertama, peningkatan pengetahuan. Kedua, peningkatan awarness atau potensi sekeliling dan ketiga ialah peningkatan skill.
Pelatihan itu berlangsung selama enam hari sejak 4-9 September 2023.
Tiga hari pertama, kata Andre, para Local Champion mempelajari kebijakan di skala makro.
Mulai dari strategi perencanaan yang materinya disampaikan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) hingga pembelajaran spesifik mengenai Otonomi Khusus.
Tiga hari tersisa akan digunakan untuk pelatihan skill dalam citizen voice and action atau diterjemahkan sebagai suara dan aksi warga.
"Mereka dilatih untuk turut serta memberikan pelatihan di kampung. Duduk bersama menggali isu. Itu yang tools-nya kita kasih pelatihan disini," jelasnya.
Andre menambahkan, 20 Local Champion dilatih mengenai pendidikan warga, Peraturan Pemerintah (PP) 107, Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang harus ada di setiap kampung serta scoring card atau penilaian warga untuk SPM yang ada di kampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/USAID-Kolaborasi.jpg)