Berita Manokwari

Hermus Indou: 10 Menit Bertemu Presiden Jokowi Membawa Perubahan Besar untuk Manokwari

Tetapi, memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mewujudkan Manokwari sebagai role model pembangunan sekaligus pusat peradaban.

ISTIMEWA/PROKOPIM MANOKWARI
PRESIDEN JOKOWI - Bupati Manokwari Hermus Indou (batik merah) bertemu Presiden RI Jokowi di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/8/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARIBupati Manokwari periode 2021-2024, Hermus Indou bertemu langsung dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memperjuangkan pembangunan infrastruktur.

Hal itu diceritakan Hermus Indou saat membawa sambutan pada momen peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Arena Publik Borarsi Manokwari, Selasa (12/9/2023).

Hadir dalam kesempatan itu, Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw dan para pimpinan Forkopimda Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari.

Baca juga: Paulus Waterpauw Letakan Batu Pertama RTP Borarsi: Komitmen Nyata Pemerintah Menata Manokwari

Baca juga: RTP Borarsi Rampung Tahun Depan, Hermus Indou: Legasi Pemerintah dan Penuhi Janji Kampanye

Hermus menuturkan, pertemuannya terbaru dengan Presiden RI Jokowi hanya berlangsung 10 menit di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/8/2023).

Tetapi, memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mewujudkan Manokwari sebagai role model pembangunan sekaligus pusat peradaban.

“Bapak Presiden (Jokowi) menyuruh ajudannya untuk melingkar proyek yang disetujui, hasilnya ada empat usulan proyek,” kata Hermus Indou.

Ia menuturkan, keempat usulan proyek infrastrukur di Manokwari, itu di antaranya pembangunan Jembatan Jokowi Pepera 1969 dan gedung Ottow Geissler International Convention Center (OGICC) di Pulau Mansinam.

Ada juga usulan pembangunan gedung Manokwari UMKM Center dengan memanfaatkan eks kantor gubernur dan DPRD Papua Barat.

Serta, pembanguna tiga stadion mini, masing-masing di SP 2, Kampung Udapi Hilir dan di Distrik Masni.

Setelah mengantongi persetujuan dari Presiden Jokowi, Bupati Manokwari kemudian meneruskan keempat usulan proyek strategis tersebut kepada Direktur Jenderal Bina Marga dan Direktur Jenderal Cipta Karya, di Jakarta pada Jumat, (8/9/2023).

“Usulannya diterima dengan baik. Ditjen Bina Marga sudah teruskan pembangunan Jembatan Jokowi Pepera 1969 ke direktur program untuk FS (feasibility study/studi kelayakan) dan kajian,” jelasnya.

Setibanya di Manokwari, Bupati Hermus lanjut mengadakan pertemuan dengan SKPD Kabupaten Manokwari bersama perwakilan masyarakat membahas keempat proyek tersebut, pada Senin (11/9/2023).

Dalam kesempatan itu, ia membeberkan, keempat proyek pembangunan infrastruktur tersebut akan berdampak besar bagi masyarakat Manokwari.

Kehadiran Jembatan Pepera Jokowi 1969, selain akan menjadi ikon Manokwari, tetapi sekaligus menjadi legasi pemerintah yang memimpin.

"Juga menanamkan nilai historis integrasi Papua ke NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved