Jumat, 10 April 2026

Dinas PUPR Papua Barat

Yohanis Momot Cek Proyek Perbaikan Jaringan Irigasi Bintuni: Target Desember Rampung

perbaikan jaringan irigasi Muturi sebagai salah satu strategi pemerintah untuk penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim di Teluk Bintuni.

Tayang:
zoom-inlihat foto Yohanis Momot Cek Proyek Perbaikan Jaringan Irigasi Bintuni: Target Desember Rampung
Humas Dinas PUPR Papua Barat
YOHANIS MOMOT - Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Papua Barat Yohanis Momot mengecek perkembangan proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Muturi, Teluk Bintuni, pada Selasa (12/9/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, TELUK BINTUNI – Mulai dua bulan lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Barat mengerjakan proyek perbaikan jaringan daerah Irigasi Muturi, Kabupaten Teluk Bintuni.

Plt Kepala Dinas PUPR Papua Barat Yohanis Momot, mengecek perkembangan proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Muturi, pada Jumat (15/9/2023).

Di tengah rintik gerimis, Yohanis Momot yang mengenakan setelan pekerja konstruksi khas PUPR, itu tampak saksama melihat saluran irigasi yang dibangun.

Baca juga: Berikut Total Anggaran yang Digunakan Dinas PUPR Papua Barat Bangun 15 Sumur Bor

Baca juga: APBD Perubahan 2023, Dinas PUPR Papua Barat Programkan Bangun Rumah OAP di Pegunungan Arfak

Ia mengaku, perbaikan jaringan irigasi Muturi sebagai salah satu strategi pemerintah untuk penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim di Teluk Bintuni.

Adapun Daerah Irigasi Muturi sempat mandek beberapa tahun terakhir.

Sehingga, mengganggu produktivitas pertanian di daerah persawahan satuan permukiman (SP) 1 dan SP 4, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni.

“Saluran irigasi membaik, para petani mulai menggarap sawah lagi supaya bisa swasembada pangan. Penghasilan bertambah dan kebutuhan pangan terpenuhi,” jelas Yohanis Momot.

Selain untuk persawahan, ucapnya, jika saluran irigasi Muturi kembali normal, maka membantu produktivitas Balai Benih Ikan (BBI) di SP 1.

Sehingga, masyarakat setempat mampu memenuhi sendiri kebutuhan protein dan karbohidat, khususnya bagi anak stunting, dari panen sawah dan tambak ikan.

Ia merinci, rehabilitasi jaringan di daerah Irigasi Muturi terdiri dari pembangunan 2.400 meter saluran primer dan 1.400 meter saluran sekunder.

Saluran primer atau saluran induk merupakan saluran yang membawa air dari bangunan utama ke saluran sekunder dan petak-petak yang diari.

Saluran primer dimulai dari bangunan utama dan berakhir pada bangunan yang terakhir.

Sementara, saluran sekunder membawa air dari saluran primer ke petak-petak yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut.

Saluran dimulai dari bangunan bagi atau sadap di saluran primer dan berakhir pada bangunan sadap terakhir di saluran sekunder.

“Kita targetkan Desember tuntas supaya bisa dimanfaatkan masyarakat,” ucap Yohanis Momot.

Melansir laman data LPSE Provinsi Papua Barat, proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi Muturi yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBD 2023 memiliki pagu anggaran sebesar Rp19,855 miliar.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved