Kapal Kandas di Terumbu Karang

Kapal Kandas Rusak Terumbu Karang, KDC Manokwari: Butuh Sekitar 10 Tahun untuk Seperti Semula

"Otomatis penangkaran karang rusak dan butuh waktu sekitar 10 tahun untuk mengembalikan kondisi seperti semula," kata Alexander Richardson Sitanala

Dok Alex Sitanala
Kapal Motor (KM) Mitra Mulia kandas di perairan Manokwari, tepatnya di area penangkaran karang 'Reef Imuni 2' Teluk Doreri, Manokwari, Minggu (17/9/2023) sekira pukul 21.00 WIT. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Ketapang Dive Community (KDC) atau Komunitas Menyelam Ketapang Manokwari berharap ada ketegasan dari otoritas untuk membuat rambu navigasi di Perairan Manokwari.

Tujuannya agar kapal yang melintas di Perairan Manokwari, termasuk Teluk Doreri, mengetahui area yang termasuk perairan dangkal dan penangkaran terumbu karang.

Permintaan KDC Manokwari ini menyusul kandasnya Kapal Motor (KM) Mitra Mulia di Perairan Manokwari, tepat di area penangkaran karang 'reef imuni 2' Teluk Doreri, Minggu (17/9/2023) malam WIT.

Ketua KDC Manokwari, Alexander Richardson Sitanala, menyebut KM Mitra Mulia kandas tepat di area penangkaran karang keras (hard coral).

"Otomatis penangkaran karang rusak dan butuh waktu sekitar 10 tahun untuk mengembalikan kondisi seperti semula karena jenis karang keras," katanya kepada TribunPapuaBarat.com via sambungan telepon, Senin (18/9).

Baca juga: BREAKING NEWS: KM Mitra Mulia Kandas di Area Penangkaran Karang Teluk Doreri

 

Menurut Alexander Richardson Sitanala, ini adalah kali kedua KDC Manokwari mendapati kapal kandas di perairan Teluk Doreri, tepatnya di area penangkaran karang.

Para anggota KDC Manokwari pun menyelam untuk melihat kondisi bawah kapal itu pada Senin pagi.

Kejadian serupa pernah terjadi pada pertengahan Agustus 2021.

Saat itu, Alexander Richardson Sitanala dkk merasa sedih dan dirugikan atas insiden lantaran Komunitas Ketapang Dive Kwawi terlibat dalam penanaman terumbu karang di wilayah tersebut.

"Insiden ini terjadi saat para pecinta laut sedang semangat giat untuk menanam terumbu karang," ujarnya pada 10 Agustus 2021.

Ia mengatakan lokasi kandas kapal kargo tersebut ada di area budidaya terumbu karang.

"Orang lain boleh anggap insiden ini hanya biasa saja, beda halnya dengan kami. Ini merupakan hal yang tidak bisa kami terima begitu saja," katanya.

Baca juga: Polresta Manokwari Selidiki Kapal Tabrak Terumbu Karang di Reef Imuni 2

Ia berharap dua kejadian tersebut menjadi yang terakhir di Perairan Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Alex juga meminta para nakhoda kapal mesti meningkatkan pengetahuan tentang isyarat lampu (signal light).

Menurut Alexander Richardson Sitanala mengaku, KM Mitra Mulia tidak menyalakan sinyal lampu merah sebagai isyarat kandas.

"Hanya lampu hijau yang menyala. Saat kami mendekat ke badan kapal, ternyata benar-benar kandas," katanya.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved