Pemkab Fakfak Dongkrak Kapasitas KPM Stunting di 30 Kampung di Kabupaten Fakfak

"Kalau berbicara soal kasus stunting ini memang sekarang menjadi ranah seluruh OPD dan secara nasional prevalensi stunting mencapai 30 persen,"

TribunPapuaBarat.Com/Hans Arnold Kapisa
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Fakfak melaksanakan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) stunting di Fakfak Papua Barat, Selasa (26/9/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) meningkatkan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) stunting dengan menyasar 30 kampung. 

Pantauan TribunPapuaBarat.com, kegiatan tersebut dilangsungkan di satu hotel terbesar di Kabupaten  Fakfak, Papua Barat, Selasa (26/9/2023). 

Peserta pelatihan berasal dari 30 kampung dan 3 kelurahan tersebardi 11 distrik dengan rincian peserta terdiri dari 33 orang kader Posyandu 32 orang KPM.

"Kalau berbicara soal kasus stunting ini memang sekarang menjadi ranah seluruh OPD dan secara nasional prevalensi stunting mencapai 30 persen," ujar Kadis PMK Fakfak, Umar Alhamid, kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak. 

Umar mengatakan, dari data statistik secara nasional kurang lebih 7 juta balita di Indonesia terkena stunting. 

Baca juga: Tiga Kabupaten Tambah Kasus Stunting Papua Barat, Paulus Waterpauw: Perlu Kerja Keras

Baca juga: Peduli Stunting dan PAUD, Kompol Indro Rizkiadi Fakfak Kunjungi Kampung Puar Teluk Patipi

 

"Kalau mengerucut di Kabupaten Fakfak Papua Barat, untuk tahun 2022 lalu sekira prevalensi stunting kurang lebih 26 persen," paparnya. 

Kemudian ia melanjutkan, pada tahun awal 2023 per Juli 2023 diketahui angka prevalensi stunting di Kabupaten Fakfak meningkat menjadi 29 persen.

"Peningkatan kasus stunting sebetulnya berkaitan dengan pola hidup kita sehari-hari termasuk upaya kita member makanan tambahan khususnya bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan," jelasnya. 

Ia berharap selama 2 hari mengikuti pelatihan, para kader diharapkannya dapat melakukan pendataan yang benar terkait prevalensi stunting

"Saya berharap dengan adanya peningkatan kapasitas dapat memberikan pembekalan bagi para kader untuk bagaimana bisa terus memberikan pemahaman kepada masyarakat," katanya.(*) 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved