Berita Fakfak
Ibu Menyusui Keluhkan Minimnya Ketersediaan Ruang Laktasi pada Fasilitas Publik di Fakfak
Semoga harapan kami bisa didengar dan bisa disikapi baik, kan ini untuk kebaikan bersama
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kaum ibu menyusui di Kabupaten Fakfak Papua Barat, mengeluhkan minimnya ketersediaan ruang khusus menyusui atau laktasi pada sejumlah fasilitas publik yang ada.
"Sebetulnya memang bukan minim lagi, tetapi memang hampir tidak ada, baik itu di kantor-kantor yang biasa melayani masyarakat maupun di tempat umum lain di Fakfak ini," keluh salah satu ibu menyusui yang enggan namanya disebutkan saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com, Selasa (3/10/2023).
Padahal menurutnya, dengan minimnya sarana dan prasarana penyediaan ruang laktasi dapat menghambat aksesibilitas para kaum ibu menyusui.
Baca juga: Dinsos Fakfak Bagikan 100 Paket Bansos untuk Masyarakat Distrik Kramongmongga
Baca juga: Dinkes Sosialisasikan Perda Nomor 7 Tahun 2021, Berikut Ini Kawasan Tanpa Rokok di Fakfak
"Sebetulnya ini harus menjadi perhatian, kalau kami lagi berada di tempat umum misalnya ada mau antri begitu tetapi kan masih canggung untuk menyusui karena ramai," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas ibu menyusui juga harus dekat dengan anaknya dan tidak mungkin setiap saat dititipkan.
"Sehingga kalau disediakan ruang menyusui pasti akan sangat memudahkan bagi kami," harapnya.
Dalam kesempatan itu, ia berharap dinas terkait dapat memperhatikan aspirasi dari para kaum ibu menyusui, sebagai salah satu bagian dari kaum rentan di tengah-tengah masyarakat.
"Semoga harapan kami bisa didengar dan bisa disikapi baik, kan ini untuk kebaikan bersama," katanya sebagai penutup.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.