Berita Fakfak

Festival Olahan Pangan Lokal Khas Fakfak Resmi Dibuka, Mama-mama Dirangsang Ciptakan Menu Sehat

Muhammad mengatakan, sudah saatnya pangan lokal bukan lagi menjadi substitusi tetapi harus menjadi yang utama dikonsumsi. 

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
PANGAN LOKAL - Asisten II Setda Kabupaten Fakfak, Arobi Hindom saat mewakili Bupati Fakfak Untung Tamsil membuka secara resmi Festival Olahan Pangan Lokal Khas Fakfak, Rabu (11/10/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Festival Olahan Pangan Lokal Khas Fakfak resmi dibuka, Rabu (11/10/2023).

Kegiatan yang berlangsung di pelataran Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Fakfak, diikuti 20 peserta dari 3 distrik.

Festival Olahan Pangan Lokal Khas Fakfak tersebut dibuka langsung oleh Asisten II Setda Kabupaten.

Baca juga: Parlemen Jalanan Papua Barat Saran Pemprov Bentuk Koperasi Pangan Lokal

Baca juga: TP PKK Papua Barat Fokus Kampanyekan Pangan Lokal

"Ini Insha Allah kami pertama libatkan tiga distrik terlebih dahulu. Semoga ke depan yang lain bisa mengikuti," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Fakfak, Muhammad Sholeh kepada TribunPapuaBarat.com di halaman kantornya.

Muhammad mengatakan, sudah saatnya pangan lokal bukan lagi menjadi substitusi tetapi harus menjadi yang utama dikonsumsi. 

"Sehingga ketergantungan terhadap beras harus dapat diminimalisir, terlebih kita menghadapi banyak ketidakpastian, termasuk fenomena El Nino," ujarnya. 

Melalui Festival Olahan Pangan Lokal Khas Fakfak tersebut, mama-mama Papua dari 20 kampung diminta menyusun menu pangan lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). 

"Makanya melalui festival ini kami berupaya bagaimana pangan lokal di daerah bisa menjadi pangan utama, untuk itu kami mengadakan acara ini supaya lebih memotivasi mama-mama," ujar Muhammad. 

Ia mencontohkan, misalnya pangan lokal seperti singkong, dapat dilakukan diversifikasi untuk diolah sedemikian rupa sehingga dapat menjadi konsumsi yang lebih diminati dari anak-anak hingga orang dewasa. 

"Ini menjadi inisiator saja Dinas Pertanian melakukan kegiatan ini, tetapi kami minta menjadi keharusan untuk ditindaklanjuti bersama untuk lebih menggaungkan pangan lokal sebagai makanan utama masyarakat," pintanya.

(*) 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved