Berita Manokwari
Progres Proyek Runway Bandara Rendani Manokwari Capai 97 Persen, Tahun Depan Siap Digunakan
perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani merupakan proyek yang bersumber dari APBN dengan nilai sekira Rp280 miliar.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bandara-rendani-071.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI –Landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Rendani secara fisik akan menjadi 2.300 meter pada 31 Desember 2023.
Pekerjaan fisik proyek perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Rendani dari kondisi eksisting 2.000 meter, hingga medio Desember 2023 telah mencapai 97 persen.
Kepala Bandara (Kabandara) Rendani Havandi Gusli mengatakan, perpanjangan runway 300 meter baru bisa digunakan tahun depan.
Baca juga: Bupati Laporkan Progres Pembangunan Bandara Rendani dan Pasar Sangeng di Hadapan Pj Gubernur
Baca juga: Mudik Natal dan Tahun Baru, Kepala Bandara Rendani: Tidak Ada Penerbangan Tambahan
Setelah Kementerian Perhubungan memverifikasi dan menguji kelayakan landasan pacu Bandara Rendani usai diperpanjang.
Lantaran, akan ada perubahan prosedur penerbangan di Bandara Rendani, dari semula landasan pacu hanya 2.000 meter menjadi 2.300 meter.
Havandi Gusli menepis anggapan masyarakat bahwa landasan pacu Bandara Rendani yang menjadi 2.300 meter bisa langsung digunakan pada 1 Januari 2024.
“Kementerian Perhubungan juga harus mengkaji lepas landas dan pendaratan dari dua arah. Kalau sudah selesai semuanya, baru landasan bisa digunakan,” ungkap Havandi Gusli saat diwawancarai wartawan, di Manokwari, Rabu (20/12/2023).
Ia menjelaskan, perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani merupakan proyek yang bersumber dari APBN dengan nilai sekira Rp280 miliar.
Proyek tahun jamak itu telah dimulai pada 2022 dengan pekerjaan berupa perpanjangan landasan pacu 300 meter dan pembuatan runway strip dan perluasan RESA.
Runway strip merupakan area pengaman untuk mengurangi risiko kerusakan pesawat yang keluar landasan pacu.
RESA adalah suatu daerah simetris yang merupakan perpanjangan dari garis tengah runway dan membatasi bagian ujung runway strip.
RESA ditujukan untuk mengurangi risiko kerusakan pesawat yang sedang menjauhi atau mendekati runway saat melakukan kegiatan lepas landas maupun pendaratan.
Ia mengatakan, pengaspalan landasan pacu sepanjang 300 meter menggunakan empat lapis. Sedangkan, runway strip dan RESA hanya pemadatan tanah di sekeliling landasan pacu.
“Perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani menjadi 2.300 meter membuat pesawat bisa membawa beban maksimal,” ujarnya.