Waspada Penipuan, Perum Bulog Fakfak Tidak Jual Sembako Murah Lewat Media Sosial
"Kami minta masyarakat Fakfak waspada dan tidak terkecoh dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Kepala Bulog Fakfak, Mohammad Wahyudin
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Stok-beras-di-bulog-fakfak.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Cabang Kabupaten Fakfak, Mohammad Wahyudin, memastikan Bulog tak pernah menjual bahan pokok (bahan pokok) secara online.
Itu disampaikannya kepada awak media termasuk TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Sabtu (13/1/2024).
"Ini tentu bahaya sekali ada yang sampai menjual di media sosial. Kami tegaskan, Perum Bulog tidak pernah menjual beras atau sembako di Facebook atau medsos lainnya," ujar Mohammad Wahyudin.
Ia menuturkan, setelah Bulog Fakfak menelaah lebih lanjut, ternyata bapok yang ditawarkan di sebuah akun Facebook tersebut ada yang sudah tak tersedia dan bukan merek Bulog.
"Kami minta masyarakat Fakfak waspada dan harap tidak terkecoh dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab semacam ini," katanya.
Baca juga: Dalam Sepekan, Stok Beras di Perum Bulog Bertambah 86.813 Ton
Baca juga: Bulog Manokwari Rencana Datangkan 10 Kontainer Minyakita untuk Stok Natal-Tahun Baru
Ia mengingatkan warga agar lebih jeli dan tidak terkecoh oleh harga yang jauh lebih murah.
"Kalau kita lihat dari barang yang dijual itu, untuk Minyak Goreng merek Minyak Kita kami sudah tidak tersedia stoknya, lalu gula pasir yang dijual Bulog bukan merek NusaKita," ujar Mohammad Wahyudin.
Khusus untuk beras 50 Kg yang dikeluarkan Bulog Fakfak hanya untuk jatah Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Untuk harga gula yang ditawarkan pada akun Facebook tersebut sangat murah, kalau dilihat harga di Jawa saja sudah Rp 800.000 per karung," kata Mohammad Wahyudin.
Bulog Fakfak akan menelusuri informasi penjualan sembako yang mengatasnamakan Perum Bulog itu.
| Penyaluran Bantuan Pangan di Kaimana Dimulai dari Distrik Buruway |
|
|---|
| Pesawat Diduga Milik Militer Terbang Rendah di Atas Permukiman Kaimana, Warga Panik |
|
|---|
| Polres Fakfak Dampingi Petani dari Tanam hingga Penjualan Jagung ke Bulog |
|
|---|
| Buntut Postingan NR di Facebook, IKMK Sampaikan Permintaan Maaf kepada 8 Suku Asli Kaimana |
|
|---|
| Kecam Postingan Asal Mula Nama Kaimana, Denis Sawi Minta Dewan Adat Tanggapi Serius |
|
|---|