Fakultas Pertanian Unipa Dapat Dana Revitalisasi 6,6 Miliar, Dekan: Lengkapi Teknologi Pertanian
Kebun Fakultas Pertanian UNIPA didesain menjadi pusat belajar bagi masyarakat umum maupun siswa sekolah.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Dwiana-Wasgito-Purnomo-saat-diwawancarai-TribunPapuaBaratcom.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Pada 2024, Fakultas Pertanian (Fakultas Pertanian) Universitas Papua (UNIPA) menerima dukungan anggaran sebesar Rp 6,6 miliar.
Dekan Fakultas Pertanian UNIPA, Dwiana Wasgito Purnomo, mengatakan anggaran itu bersumber dari dana revitalisasi perguruan tinggi (PT).
Ia mengaku anggaran tersebut akan dipakai untuk melengkapi peralatan yang menunjang pembelajaran di kampus sesuai teknologi pertanian terbarukan.
Menurut Dwiana Wasgito Purnomo, laboratorium Fakultas Pertanian UNIPA menjadi prioritas pembenahan demi keberhasilan akreditasi laboratorium, baik itu laboratorium lapangan maupun dalam gedung.
Tujuannya agar Fakultas Pertanian UNIPA mampu berdaya saing unggul di antara jajaran kampus pertanian lain untuk menghasilkan tenaga ahli pertanian dan perkebunan.
Baca juga: Kolaborasi UNIPA-Pemkab Sorsel, SSH Distrik Konda Didik 107 Anak Asli Papua
“UNIPA mendapat (Rp) 80 M, dan Fakultas Pertanian mendapat bagian (Rp) 6,6 M itu,” kata Dwiana Wasgito Purnomo ketika ditemui TribunPapuaBarat.com di kampus UNIPA, Amban, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (2/3/2024).
Penyediaan peralatan di laboratorium versi lengkap dan terbaru, ucapnya, akan sangat mendukung program “Ayo Berkebun” yang telah dicanangkan Fakultas Pertanian UNIPA pada awal tahun 2024.
Kebun Fakultas Pertanian UNIPA didesain menjadi pusat belajar bagi masyarakat umum maupun siswa sekolah.
Kebun ini mengaplikasikan hasil penelitian dosen dan teknologi tepat guna serta pengembangan teknologi hidroponik.
Program Ayo Berkebun Fakultas Pertanian UNIPA dijabarkan dalam lima komunitas yakni komunitas sayuran dan hidroponik, pertanian organik, tanaman pangan, tanaman hias, serta komunitas tanaman hutan dan buah-buahan.
Baca juga: Fakultas Pertanian UNIPA Resmi Buka Prodi Kewirausahaan, Penerimaan Mahasiswa Baru Mulai 2024
Menurutnya, proses tanam dan budidaya komoditas pertanian dan perkebunan dalam program Ayo Berkebun akan mengaplikasikan inovasi riset para dosen dan mahasiswa yang didukung dengan teknologi pertanian terbarukan.
Kelima komunitas yang terbentuk nantinya disebar untuk mengolah lahan kebun percobaan Fakultas Pertanian UNIPA, antara lain di daerah Manokwari ada di Manggoapi, Anggori dan Amban Pantai.
Di Kabupaten Sorong Selatan, ucapnya, kebun Fakultas Pertanian UNIPA ada di daerah Kilo 14. Luas lahan kebun Fakultas Pertanian UNIPA di setiap kawasan bervariasi dari satu hektar sampai tiga hektar.
“Kami punya laboratorium lapangan berupa kebun praktik. Ada juga laboratorium dalam gedung, seperti laboratorium agronomi dan klimatologi, hama dan penyakit, ilmu tanah dan pemuliaan tanah,” kata Dwiana Wasgito Purnomo.
Universitas Papua
Dwiana Wasgito Purnomo
Fakultas Pertanian Unipa
teknologi pertanian
Papua Barat
Ayo Berkebun
| Kodim 1801/Manokwari dan Media Bersatu Dukung Pembangunan Daerah dalam NKRI |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Papua Barat Kamis 14 Mei 2026, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan |
|
|---|
| Kemenkum Papua Barat Dorong Perlindungan Karya Mahasiswa Lewat Edukasi HKI |
|
|---|
| Kemenkum Papua Barat Gandeng Tiga Perguruan Tinggi Perkuat Perlindungan HKI |
|
|---|
| Disdikbudpora Teluk Bintuni Klarifikasi Keterlambatan Bansos Pendidikan 2026 |
|
|---|