Info Unipa
FPIK UNIPA Teken PKS dengan KDC Manokwari, Genjot Potensi Teluk Doreri Jadi Laboratorium Alam
"Dengan kerja sama ini kami mau punya satu laboratorium alam atau station kami. Itu kerinduannya memang di Manokwari, " ungkap Selvi Tebaiy
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Papua (UNIPA) teken perjanjian kerja sama dengan Ketapang Dive Community (KDC) Manokwari, pada Jumat (3/5/2024) siang.
Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara FPIK UNIPA dengan Komunitas Menyelam Ketapang Manokwari berlangsung di aula FPIK UNIPA, disaksikan oleh dosen dan mahasiswa.
Sebelum Dekan FPIK Unipa Selvi Tebaiy dan Ketua KDC Manokwari Alexander R. Sitana teken PKS, didahului dengan kuliah umum bertajuk, "Menguak Kehidupan Bawah Laut Teluk Doreri" yang dipandu dosen FPIK UNIPA Paulus Boli.
Baca juga: 3 Penyelam KDC Manokwari Ikut Pelatihan Las Bawah Air di Jakarta: Cetak SDM Siap Kerja Underwater
Baca juga: Cerita Penyelam KDC, Nyaris Tak Bisa Pulang ke Manokwari Usai Pelatihan di Jakarta
"Dengan kerja sama ini kami mau punya satu laboratorium alam atau station kami. Itu kerinduannya memang di Manokwari, " ungkap Selvi Tebaiy diwawancarai wartawan usai teken PKS dengan KDC.
Ia menilai, KDC Manokwari menjadi salah satu lembaga swadaya masyarakat atau NGO lokal yang sejak terbentuk pada 2021, aktif berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan Teluk Doreri.
Menurutnya, modal itulah yang membuat FPIK UNIPA melirik KDC Manokwari untuk membantu mahasiswa dan dosen dalam proses penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, Perguruan Tinggi menjalin relasi dengan dunia industri maupun LSM merupakan salah satu muatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
"Mahasiswa kita (FPIK UNIPA) bisa magang di situ (KDC) belajar, bisa PKL dari komunitas yang ada. Jadi, mereka dapat ilmu di sini (kampus), praktiknya langsung kepada komunitas ini," urainya.
Ia mengaku, selama ini dosen dan mahasiswa dari empat program studi FPIK UNIPA cenderung melakukan riset di laboratorium alam yang lokasinya jauh dari Manokwari.
Jika meneliti di Teluk Doreh pun, ucapnya, riset masih dilakukan secara terpisah-pisah.
Ia berharap, melalui PKS dengan KDC Manokwari mempererat manajemen kolaboratif, khususnya dalam mencari solusi dari permasalahan lingkungan di Teluk Doreri.
Disebutkannya, permasalahan perairan Teluk Doreri seperti sampah laut dan terdapat beberapa spesies biota laut terancam yang perlu diselamatkan.
Adapun empat program studi FPIK UNIPA di antaranya S1 Ilmu Kelautan, S1 Manajemen Sumber Daya Perairan.
Ditambah dua program diploma yakni D3 Budidaya Perairan, dan satu program diploma di kampus Raja Ampat, Papua Barat Daya yaitu D3 Ekowisata.
"Keempat program kita itu relevan dengan PKS dengan KDC Manokwari hari ini," tuturnya.
Menanggapi itu, Ketua KDC Manokwari Alexander R. Sitanala mengaku bangga bisa menjalin kerja sama dengan FPIK UNIPA.
Lantaran, selama ini penyelam KDC Manokwari terbatas soal pemahaman klasifikasi biota laut yang menjadi magnet utama alama bawah laut Teluk Doreri.
"Melalui kerja sama ini kita bisa sama-sama mengembangkan potensi Teluk Doreri," pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.