Berita Papua Barat
BKKBN: 23.910 Keluarga di Papua Barat Berisiko Stunting
Fasilitas lingkungan tidak sehat di antaranya, keluarga tidak mempunyai sumber air minum utama dan keluarga tidak mempunyai jamban yang layak
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Stunting-Papua-Barat-45.jpg)
Kabupaten Kaimana mengalami penurunan prevalensi stunting sebesar 3,5 persen pada 2023, sehingga dari prevalensi pada 2022 sebesar 29,2 persen menjadi 25,7 persen.
Prevalensi stunting Kabupaten Teluk Bintuni turun 3,2 persen pada 2023 menjadi 19,6 persen.
“Prevalensi stunting Papua Barat Daya justru naik 1 persen jadi 31 persen pada 2023,” ujarnya.
Ia menyampaikan, DAK fisik subbidang KB tahun 2023 di 13 kabupaten/kota di dua provinsi, dari pagu Rp9,857 miliar berhasil terealisasi Rp9,081 miliar atau 97,52 persen.
Sementara DAK non fisik (BOKB) tahun 2023, dari pagu Rp45,617 miliar berhasil terealisasi 95,1 persen atau Rp43,392 miliar.
(*)