Info UNIPA
Mahasiswa TPB FATETA UNIPA Ikut Pelatihan K3
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Universitas Papua untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman dan kondusif
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Fateta277o.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, Manokwari - Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem (TPB), Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA) mengadakan pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kelas Teknologi Hasil Pertanian (THP), FATETA UNIPA, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (14/12/2024).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 5 dan semester di atasnya, serta diwajibkan bagi mahasiswa yang akan, sedang, atau sudah melakukan penelitian di laboratorium tersebut.
Baca juga: Hugo Warami Lantik 26 Pejabat UNIPA, Berikut Daftarnya
Baca juga: Pasca Dilantik Sebagai Warek I UNIPA, Jhoni Marwa Fokus pada Dua Program
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa, mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya di lingkungan laboratorium yang sering kali berisiko.
Selama pelatihan, mahasiswa diberikan pemahaman tentang pengenalan dan penerapan dasar keselamatan di tempat kerja oleh Dosen TPB, Wilson Palelingan, serta mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di bidang kelistrikan oleh Kepala Laboratorium TPB, Reniana.
Kepala Laboratorium TPB sekaligus Ketua Panitia Pelatihan Reniana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya.
Ia berharap, mahasiswa semester 5 ke atas dapat menerima materi dengan baik, dan dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kegiatan penelitian mereka di laboratorium.
Meskipun informasi mengenai kegiatan ini disampaikan dalam waktu yang cukup mepet, Reniana mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada mahasiswa yang tetap dapat berpartisipasi dalam pelatihan ini.
"Bapak senang bisa melihat semua hadir walaupun kami canangkan kegiatan ini dalam waktu yang mepet," ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan meningkatnya pemahaman mengenai prosedur K3, diharapkan mahasiswa dapat mengurangi risiko kecelakaan, dan memastikan kelancaran kegiatan penelitian yang mereka lakukan di laboratorium.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Universitas Papua untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman dan kondusif, serta mendukung keberlanjutan penelitian di bidang teknik pertanian dan biosistem.
(*)