Selasa, 12 Mei 2026

Berita Fakfak

Sidang Perselisihan Pilkada Fakfak Masih Bergulir di MK, Ali Hindom Harap Hindari Isu Pecah Belah 

"Kitorang (kita) mau keliling ke mana juga tetap cinta damai tetap kembali ke Fakfak ini juga jadi mari tidak boleh diadu domba satu dengan  lainnya,"

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Sidang Perselisihan Pilkada Fakfak Masih Bergulir di MK, Ali Hindom Harap Hindari Isu Pecah Belah 
TribunPapuaBarat.com/Aldi Bimantara
Tokoh masyarakat Fakfak Ali Hindom 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Menyikapi sidang perselisihan hasil Pilkada Kabupaten Fakfak 2024 yang masih terus bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK), Tokoh Masyarakat Fakfak Ali Hindom meminta semua pihak hindari isu pecah belah

Itu disampaikan Ali Hindom kepada TribunPapuaBarat.com untuk menciptakan kondisi sejuk dan damai di Fakfak Papua Barat, Jumat (17/1/2025). 

"Mari kita terus memelihara kondisi tertib, aman, damai dan sejauh sembari menunggu hasil keputusan dari MK du Jakarta, semua pihak kami mohon untuk menghindari isu pecah belah," pintanya. 

Baca juga: KPU Fakfak Resmi Tunjuk Kantor Hukum Pieter Ell Hadapi Sengketa Pilkada Fakfak 2024 di MK

Baca juga: Pesan Haru Untung Tamsil di Depan Gedung MK untuk Warga Fakfak 

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Fakfak itu menyerukan, masyarakat Fakfak harus menjunjung tinggi prinsip hidup "Satu Tungku Tiga Batu" dan "Idu-idu Manina Jojor" sebagai pelekat dalam keberagaman. 

"Masyarakat ku dari Karas Pulau Tiga sampai Tomage Tana Rata mari kitorang (kita) menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak boleh mudah terpecah belah dengan ibu-ibu provokatif yang menyesatkan," katanya. 

Ia mengatakan, biarlah pihak yang berkaitan berurusan di MK namun sebagai masyarakat harus tahu betul akan rumah dan keluarga yakni masyarakat Kabupaten Fakfak

"Kitorang (kita) mau keliling ke mana juga tetap cinta damai tetap kembali ke Fakfak ini juga jadi mari tidak boleh diadu domba satu dengan  lainnya," katanya. 

Ali Hindom menyebutkan pula, Kabupaten Fakfak tentu sudah dikenal sebagai daerah aman di Tanah Papua. 

 

"Tidak boleh kita rusak dan cederai dengan kepentingan kelompok tertentu, harus saling rangkul, saling baku kasi ingat, dan baku sayang baku jaga sesama saudara," pesannya. 

Pernyataan-pernyatan tendensius di sosial media kiranya tidak usah diperlebar dan semua harus mempunyai etika dan simpati. 

"Dengan begitu segala sesuatunya disampaikan dengan cara-cara yang baik dan bermartabat," kata Ali Hindom.

(*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved