Senin, 4 Mei 2026

Pos SAR Fakfak Papua Barat Masih Kekurangan Personel dan Peralatan

Abdi Takamokan mengakui bahwa luas wilayah Kabupaten Fakfak tidak sebanding dengan personel Pos SAR Fakfak. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Pos SAR Fakfak Papua Barat Masih Kekurangan Personel dan Peralatan
Istimewa
Petugas Pos SAR Fakfak, Papua Barat, saat membantu proses evakuasi mobil bak terbuka yang terperosok di jalan.  

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pos SAR (Search and Rescue) Fakfak, Papua Barat, berkomitmen untuk memperkuat peran guna meminimalisasi dampak bencana. 

Kepala Pos SAR Fakfak, Abdi Takamokan, penguatan itu berkaitan dengan proses evakuasi dan penanganan baik ketika gelombang, banjir bandang, dan longsor. 

"Kami tetap bekerja sesuai tupoksi pencarian dan pertolongan pada musibah pelayaran dan penerbangan tetap dilaksanakan, juga pada musibah lain," kata Abdi Takamokan dalam rilis, Sabtu (25/1/2025). 

Fasilitas penunjang Pos SAR Fakfak, ucapnya, masih sangat terbatas atau belum cukup. 

"Terlebih bila kita bandingkan dengan luas wilayah jangkauan kerja SAR di Kabupaten Fakfak yang sangat besar karena meliputi 17 distrik," katanya.

Meskipun demikian, ia dan kawan-kawan berusaha untuk memaksimalkan peralatan yang ada tiap ada bencana. 

Baca juga: Pos SAR Kaimana Evakuasi 11 Korban Longboat Terbalik di Perairan Buruway

 

"Untuk banjir, kami masih butuh lerahu karet atau lerahu rafting, life jacket, dan alat keselamatan lainnya yang memang dibutuhkan," ujar Abdi Takamokan.

Ia mengusulkan agar dibangun pos-pos untuk kesiapsiagaan di setiap titik yang rawan bencana.

"Ini tentu harus ke depan didiskusikan dengan pemerintah daerah, untuk penempatannya," katanya. 

Tujuannya agar tim SAR Fakfak lebih cepat membantu proses evakuasi ataupun pertolongan. 

"Pos yang dimaksud terdiri dari anggota pos SAR Fakfak dan semua unsur terkait," ujar Abdi Takamokan.

Baca juga: Tiga Hari Remaja Hilang di Pantai Sidey, Kantor SAR Manokwari Lanjutkan Pencarian

Unsur itu antara lain Basarnas, TNI, Polri, BPBD, rumah sakit atau puskesmas, Rapi atau Orari, dan kelompok relawan lainnya. 

Ia juga mengakui bahwa luas wilayah Kabupaten Fakfak tidak sebanding dengan personel Pos SAR Fakfak

"Kami hanya ada 8 orang dan itu pastinya belum cukup dan atau mampu melayani semua musibah dalam skala luas, bila hal itu terjadi," katanya. 

Contoh saat kecelakaan di laut pada 2019, Pos SAR Fakfak menyewa longboat dan tenaga personel tambahan. 

"Masih ada bantuan juga dari teman-teman di BPBD, POSAL, Polairud, pada intinya peralatan dan personel masih sangat kurang," ucap Abdi Takamokan.

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved