Pos SAR Fakfak Papua Barat Masih Kekurangan Personel dan Peralatan
Abdi Takamokan mengakui bahwa luas wilayah Kabupaten Fakfak tidak sebanding dengan personel Pos SAR Fakfak.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Petugas-Pos-SAR-Fakfak-saat-membantu-proses-evakuasi-mobil.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pos SAR (Search and Rescue) Fakfak, Papua Barat, berkomitmen untuk memperkuat peran guna meminimalisasi dampak bencana.
Kepala Pos SAR Fakfak, Abdi Takamokan, penguatan itu berkaitan dengan proses evakuasi dan penanganan baik ketika gelombang, banjir bandang, dan longsor.
"Kami tetap bekerja sesuai tupoksi pencarian dan pertolongan pada musibah pelayaran dan penerbangan tetap dilaksanakan, juga pada musibah lain," kata Abdi Takamokan dalam rilis, Sabtu (25/1/2025).
Fasilitas penunjang Pos SAR Fakfak, ucapnya, masih sangat terbatas atau belum cukup.
"Terlebih bila kita bandingkan dengan luas wilayah jangkauan kerja SAR di Kabupaten Fakfak yang sangat besar karena meliputi 17 distrik," katanya.
Meskipun demikian, ia dan kawan-kawan berusaha untuk memaksimalkan peralatan yang ada tiap ada bencana.
Baca juga: Pos SAR Kaimana Evakuasi 11 Korban Longboat Terbalik di Perairan Buruway
"Untuk banjir, kami masih butuh lerahu karet atau lerahu rafting, life jacket, dan alat keselamatan lainnya yang memang dibutuhkan," ujar Abdi Takamokan.
Ia mengusulkan agar dibangun pos-pos untuk kesiapsiagaan di setiap titik yang rawan bencana.
"Ini tentu harus ke depan didiskusikan dengan pemerintah daerah, untuk penempatannya," katanya.
Tujuannya agar tim SAR Fakfak lebih cepat membantu proses evakuasi ataupun pertolongan.
"Pos yang dimaksud terdiri dari anggota pos SAR Fakfak dan semua unsur terkait," ujar Abdi Takamokan.
Baca juga: Tiga Hari Remaja Hilang di Pantai Sidey, Kantor SAR Manokwari Lanjutkan Pencarian
Unsur itu antara lain Basarnas, TNI, Polri, BPBD, rumah sakit atau puskesmas, Rapi atau Orari, dan kelompok relawan lainnya.
Ia juga mengakui bahwa luas wilayah Kabupaten Fakfak tidak sebanding dengan personel Pos SAR Fakfak.
"Kami hanya ada 8 orang dan itu pastinya belum cukup dan atau mampu melayani semua musibah dalam skala luas, bila hal itu terjadi," katanya.
Contoh saat kecelakaan di laut pada 2019, Pos SAR Fakfak menyewa longboat dan tenaga personel tambahan.
"Masih ada bantuan juga dari teman-teman di BPBD, POSAL, Polairud, pada intinya peralatan dan personel masih sangat kurang," ucap Abdi Takamokan.
| Gerkkas Kawal Komisi XII DPR RI dan BPH Migas dalam Pengawasan BBM Subsidi di Teluk Bintuni |
|
|---|
| Semarak Hardiknas, Pemuda Fakfak Gagas Rumah Baca Siboban |
|
|---|
| 3 Sorotan Tajam PGRI Fakfak di Hardiknas: Dari Digitalisasi hingga Nasib Guru |
|
|---|
| Dari Guru Pedalaman ke Legislator, Roy Masyewi Terus Suarakan Pendidikan di Papua |
|
|---|
| Semangat Hardiknas, DPRK Teluk Bintuni Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kolaborasi Daerah |
|
|---|