Berita Fakfak
Agus Sumule: Warga Fakfak Terancam Jadi Penonton dari Pendirian Pabrik Pupuk
Biar perlu datangkan pelatih-pelatih handal untuk memberikan pelatihan intensitas bagi tenaga kerja lokal di Kabupaten Fakfak.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Agus-Sumule-saat-diwawancarai-TribunPapuaBaratcom-di-Manokwari-Senin-20112023.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Akademisi Universitas Papua (UNIPA) Agus Sumule menilai, warga Fakfak bisa terancam dengan hanya menjadi penonton dari pembangunan Pabrik Pupuk.
"Pada prinsipnya, investasi yang masuk dengan adanya pabrik pupuk di Fakfak ini harus menjadi momentum yang baik," kata Agus Sumule saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Senin (3/2/2025).
Agus Sumule mengatakan, proses pembebasan lahan dan pohon-pohon di lokasi pembangunan pabrik pupuk itu harus diperhatikan baik sehingga tidak menjadi permasalahan ke depannya.
Baca juga: Akademisi Unipa Agus Sumule Dorong Program Inklusif Melalui Sekolah Sepanjang Hari
Baca juga: 2 Tahun DOB di Tanah Papua, Agus Sumule Soroti Kelanjutan Asosiasi 6 Daerah Otonom
"Kemudian kami mengingatkan agar pemerintah daerah mulai dari saat ini sudah harus mempersiapkan tenaga kerja lokal yang mumpuni karena catatan bahwa Fakfak memiliki tingkat rata-rata lama sekolah penduduk yang rendah," jelasnya.
Ia menyebutkan, dengan faktor masyarakat yang masih banyak memiliki pendidikan rendah tentu tidak bisa diakomodir di pabrik pupuk dengan posisi-posisi yang strategis.
"Terlebih tenaga kerja lokal harus diutamakan sehingga tidak jadi penonton di negeri sendiri," ucapnya.
Misalnya saja hanya tamatan SMP, ia menyebutkan kira-kira pekerjaan apa yang bisa dikerjakannya di pabrik pupuk.
"Mungkin bisa saja diakomodir tetapi kerja kasar misalnya mengurus taman begitu saja, sehingga penyediaan tenaga kerja lokal dengan skill ini menjadi penting," katanya sebagai pengingat.
Sudah seharusnya disampaikannya, dilakukan pelatihan untuk pengembangan kapasitas maupun keterampilan bagi para tenaga kerja lokal di Kabupaten Fakfak.
"Guna mempersiapkan mereka bekerja di Pabrik Pupuk Fakfak nantinya," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan Pemkab Fakfak harus menggencarkan pelatihan bagi para tenaga kerja lokal.
"Supaya nantinya ketika pabrik pupuk ini resmi beroperasi, maka tenaga kerja lokal dapat diserap maksimal dan tidak lagi bergantung dari tenaga kerja dari luar yang datang dan ujung-ujungnya menimbulkan kecemburuan sosial secara horizontal hingga timbul konflik," terangnya.
Biar perlu datangkan pelatih-pelatih handal untuk memberikan pelatihan intensitas bagi tenaga kerja lokal di Kabupaten Fakfak.
"Masukkan yang baik ini kiranya tentu dapat ditindaklanjuti dengan positif pula, sehingga kami sepenuhnya berharap kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Pupuk Fakfak di Distrik Arguni betul-betul mempunyai multiplier effect bagi masyarakat khususnya menyangkut kesejahteraan," tutupnya.