Selasa, 14 April 2026

Transformasi STIH Manokwari Menuju Institut Hukum Dipertajam Lewat FGD

Dikatakan Filep Wamafma bahwa selain bidang hukum, STIH Manokwari juga akan menambah program studi manajemen teknologi

Tayang:
zoom-inlihat foto Transformasi STIH Manokwari Menuju Institut Hukum Dipertajam Lewat  FGD
TribunPapuaBarat.com/Matius Pilamo Siep
FGD - STIH Manokwari menggelar Fokus Grup Diskusi melibatkan pelajar SMA dan Mahasiswa dari berbagai kampus di Manokwari, Jumat (21/3/2025) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari terus bergerak maju dan siap bertrasformasi menjadi Institut Hukum dan Pembangunan Papua (IHPP).

Salah satu proses dalam tranformasi dari Sekolah Tinggi ke Institut Hukum,  dipertajam melalui Fokus Grup Diskusi (FGD) yang digelar selama dua hari (21-22 Maret) di Kampus STIH Manokwari.

FGD bertajuk "Menata Masa Depan Menuju Perubahan Perguruan Tinggi" itu digelar untuk mendalami kajian akademik dalam proses transformasi tersebut.

Baca juga: Solidaritas Mahasiswa Manokwari Serahkan Aspirasi ke DPR Papua Barat: Harus Sampai ke Presiden

Pantauan Tribun, peserta FGD berasal dari kalangan pelajar tingkat SMA, guru, mahasiswa, dan tenaga dosen dari berbagai kampus di Manokwari. 

Kesempatan tersebut Ketua STIH Manokwari, Filep Wamafma, menyatakan bahwa evaluasi terhadap lulusan STIH menjadi bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi.

Menurutnya, salah satu langkah utama yang sedang disiapkan adalah penambahan program studi. 

Ia menambahkan, jika STIH berhasil bertransformasi menjadi institut, maka mereka akan memastikan bahwa setiap lulusan akan lebih siap untuk terjun ke dunia kerja. 

Baca juga: Filep Wamafma: Anak Muda Papua Harus Terus Berjuang Tempuh Pendidikan

"Ketika STIH bertranformasi menjadi institut, maka kami akan menambah program studi dengan target Utama, bahwa setiap lulusan harus punya bekal untuk siap kerja," kata Filep Wamafma.

Dikatakan Filep Wamafma bahwa selain bidang hukum, ke depan STIH Manokwari juga akan menambah program studi manajemen teknologi. 

Tujuannya, kata Filep Wamafma, agar para lulusan dapat berkolaborasi dengan industri serta bidang seni.

Lebih lanjut, Filep Wamafma menekankan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak lagi diukur dari jumlah sarjana yang dihasilkan, tetapi lebih pada seberapa banyak lulusan yang berhasil terserap di dunia kerja. 

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan industri berbasis kearifan lokal Papua, dengan menciptakan produk lokal yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, salah satu Dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Prof.Paulus Wisnu Anggoro menyampaikan bahwa transformasi STIH Manokwari menjadi institut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di Papua, agar lebih siap bersaing di dunia kerja.

Baca juga: Mulai 2023, STIH Manokwari Kirim Mahasiswa untuk Studi Banding ke Luar Negeri

"Konsep ini berawal dari ilmu hukum. Untuk mendirikan institut, syaratnya harus memiliki minimal dua atau tiga program studi. Kami menawarkan Ilmu Manajemen Teknologi, Ilmu Pemerintahan, dan Ilmu Komunikasi," jelas Prof. Wisnu. 

Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi akan menjadi pendekatan utama, yang akan dikolaborasikan dengan pemerintah daerah agar biaya pendidikan dapat lebih terjangkau bagi mahasiswa Papua.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved