Info UNIPA
Integrasikan Ekstraksi Pati Sagu dan Unit Pemarut, Berikut Hasil Penelitian Adelina Anouw
Sebagian besar pengolahan sagu yang dilakukan oleh masyarakat masih secara manual sehingga kapasitas pengolahan rendah
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Hasil-penelitian.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Adelina E. Anouw, mahasiswi Jurusan Teknik Pertanian dan Biosistem pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua menawarkan inovasi terbaru dalam pengelolaan Sagu sebagai sumber karbohidrat.
Inovasi pengelolaan Sagu ditampilkan Adelina E. Anouw dalam presentase ilmiah dari hasil penelitian yang dilakukan melaui beberapa teori hingga praktek lapangan.
Adapun hasil penelitian Adelina E. Anouw dipresentasikan dengan judul "Pengembangan dan Uji Kinerja Mesin Ekstrasi Pati Tipe Horizontal Stirrer Rotary Blade yang Diintegrasikan Dengan Unit Pemarut", Kamis (24/4/2025).
Baca juga: Mahasiswa FATETA UNIPA Kembangkan Sistem Irigasi Otomatis Berbasis Arduino dan Sensor Soil Moisture
Dalam presentasinya, Adelina menyampaikan sagu merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat
yang sangat potensial terutama di wilayah Indonesia Timur khususnya Maluku dan Papua.
Ia pun mengatakan di Papua, sagu merupakan salah satu makanan pokok bagi sebagian masyarakat terutama yang tinggal di daerah pesisir.
"Indonesia memiliki luas lahan sagu 5,5 juta hektar, sebagian besar terdapat di Papua seluas 5,3 juta hektar yang tersebar di Biak, Bintuni, Merauke, Nabire, Sarmi, Sentani, Sorong, Timika, Teminabuan, Waropen, Wasior, Yapen" katanya.
Menurutnya, walaupun daerah papua memiliki potensi sagu yang besar,
namun sampai saat ini pemanfaatan dan produksi sumber daya sagu masih rendah dibandingkan dengan potensi yang ada.
Baca juga: FATETA UNIPA Kenalkan Mesin Parut Sagu Terbaru ke Poktan Manggei Kampung Torei
"Sebagian besar pengolahan sagu yang dilakukan oleh masyarakat masih secara manual sehingga kapasitas pengolahan rendah," ujar Adelina.
Oleh sebab itu, Ia mengatakan perlu adanya pengembangan teknologi dalam pengelolahan Sagu agar lebih efisien dan efektif.
Lebih lanjut, ia mengatakan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil ekstraksi pati, perlu pengembangan mesin yang mengintegrasikan beberapa tahap proses menjadi satu kesatuan.
"Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan mesin ekstraksi pati dengan unit pemarut, sehingga proses pemarutan dan ekstraksi pati dapat dilakukan secara bersamaan," ungkapnya.
Dari hasil penelitian, Adelin mengatakan mesin ekstrasi pati Sagu tipe horizontal stirrer rotary blade bertenaga motor berbahan bakar bensin telah berfungsi baik dengan kinerja yang tinggi diantaranya sebagai berikut :
1. Semakin lama waktu ekstrasi maka kapasitas ekstrasi dan pati pada ampas semakin rendah.
2. Rendemen pati basah dan konsumsi bahan bakar semakin meningkat dengan meningkatnya periode waktu ekstrasi.
3. Dalam proses kinerja terbaik diperoleh pada periode waktu ekstrasi 20 menit kinerja mesin pada perlakuan tersebut adalah Kapasitas ekstrasi 262.95 kg/jam, Redemen pati 41.58 persen, Kehilangan pati pada ampas 0.216 ?n konsumsi bahan bakar bensin 0.43 liter/jam.
Adelina Anouw
Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta)
Universitas Papua
hasil penelitian
Mesin Ekstraksi Pati Sagu
| UNIPA Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Tonggak Sejarah Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan |
|
|---|
| Fapet UNIPA Gelar SBB Angkatan 2024, Ketua BEM: Syarat Wisuda |
|
|---|
| UNIPA Gelar Ibadah Akhir Pekan, Pdt Gultom: Pentingnya Mengasihi antar Sesama Manusia |
|
|---|
| Presiden Mahasiswa UNIPA Resmi Lantik Pengurus BEM Fakultas Peternakan |
|
|---|
| Markus Haryanto: Jangan Ragu Masuk FMIPA UNIPA, Pendidikan Berkualitas dan Prospek Karier Cerah |
|
|---|