Berita Manokwari
Mahasiswa Dogiyai di Manokwari Tolak Pemekaran Mapia Raya
"Pemekaran itu untuk siapa? Jangan memperpanjang rasa sakit yang sudah ada sejak Papua dianeksasi masuk ke NKRI hingga kini,"
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Mapia-raya-348.jpg)
Ia menambahkan dengan hadirnya pemekaran akan menimbulkan berbagai bencana bagi OAP.
Oleh karena itu, dalam jumpa pers tersebut, mahasiswa Dogiyai menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain:
1. Segera mencabut SK pemekaran Kabupaten Mapia Raya tanpa syarat.
2. Menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang belum diselesaikan secara adil.
3. Menghentikan pemekaran yang dapat menyebabkan eksistensi Orang Asli Tota Mapiha terancam.
4. Menolak pendorongan militer di Kabupaten Dogiyai.
5. Menghentikan pemekaran Mapia Raya yang didorong oleh elit politik lokal seperti Meki Nawipa, Yakobus Dumapa, Matias Butu, dan Oskar Makai.
6. Menolak pemekaran yang dapat membuka pintu kehancuran moral bagi masyarakat Mapia di Dogiyai.
(*)