Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Fakfak

Blok Ubadari, Lumbung Gas dari Kota Pala

"Investasi proyek tersebut mencapai 3 Miliar US Dolar," bener Bahlil Lahadalia.

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Blok Ubadari, Lumbung Gas dari Kota Pala
Pertamina.com
Ilustrasi fasilitas pengeboran minyak dan gas lepas. Cadangan Migas baru dari Blok Ubadari Fakfak. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Setiap jengkal di Tanah Papua ialah kepingan surga yang menyimpan kekayaan alam, salah satunya Blok Ubadari di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat.

Secara administratif, Blok Ubadari terletak di Distrik Kramongmongga, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Blok Ubadari merupakan bagian dari Proyek Tangguh Ubadari, CCUS, Compression (UCC) yang dioperasikan oleh BP bersama mitra konsorsium Tangguh LNG.

Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Harap BP Migas Alokasikan Tenaga Kerja bagi Warga Fakfak

Baca juga: Dinkes Teluk Bintuni dan SKK Migas Gelar Pelatihan untuk Perawat dari Tiga Distrik

Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya gas alam, sekaligus menerapkan teknologi ramah lingkungan melalui penangkapan dan penyimpanan karbon (CCUS).

Cadangan Migas di Blok Ubadari

Berdasarkan Plan of Development (POD) yang disetujui oleh SKK Migas pada Agustus 2021, pengembangan Lapangan Ubadari dan Vorwata CCUS diperkirakan akan menghasilkan tambahan cadangan gas sebesar 1,3 triliun kaki kubik (Tcf) .

Namun, laporan lain yang diterima TribunPapuaBarat.com menyebutkan bahwa total tambahan cadangan dari kedua lapangan tersebut mencapai 1.523 BSCF gas (setara 271,96 juta barel setara minyak) .

Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke fasilitas LNG Tangguh untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor.

Jadwal Produksi

Produksi gas dari Lapangan Ubadari direncanakan akan dimulai pada tahun 2028 mendatang.

Pengembangan ini akan menggunakan instalasi tanpa awak yang terhubung melalui pipa lepas pantai ke fasilitas LNG Tangguh.

Teknologi CCUS dan Dampak Lingkungan

Proyek ini juga mencakup penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di Lapangan Vorwata.

Tujuan dari penerapan CCUS ialah menginjeksikan kembali sekitar 25 juta ton CO, ke dalam reservoir untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan produksi gas melalui enhanced gas recovery (EGR).

Proyek ini diharapkan menjadi salah satu inisiatif CCUS berskala besar pertama di Indonesia.

Investasi dan Manfaat Ekonomi

Total investasi untuk proyek Tangguh UCC diperkirakan mencapai sekitar USD 7 miliar.

Proyek ini tidak hanya diharapkan meningkatkan produksi gas nasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah melalui dana bagi hasil migas dan peluang bagi pengusaha lokal dalam penyediaan barang dan jasa.

Lebih lanjut, Blok Ubadari di Fakfak merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menggabungkan pengembangan sumber daya gas alam dengan teknologi ramah lingkungan.

Dengan cadangan gas yang signifikan dan penerapan teknologi CCUS, proyek ini diharapkan berkontribusi pada ketahanan energi nasional dan pembangunan ekonomi di Papua Barat.

Mulai Konstruksi Tahun 2025 Ini

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Fakfak Papua Barat beberapa waktu lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), Bahlil Lahadalia memastikan proyek UCC di Blok Ubadari akan dilakukan konstruksinya pada tahun 2025 ini.

"Semua sudah dalam proses (proyek UCC) tinggal finalisasi dan mereka (BP Indonesia) tinggal melakukan pembangunan, konstruksinya direncanakan pada tahun ini (2025)," ujar Menteri Bahlil Lahadalia dikutip TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Selasa (27/5/2025).

Diinformasikan Menteri Bahlil Lahadalia, Proyek Migas UCC di Blok Ubadari, Kabupaten Fakfak Papua Barat ini menelan biaya yang sangat besar dengan investasi senilai 3 miliar US Dolar.

"Investasi proyek tersebut mencapai 3 Miliar US Dolar," bener Bahlil Lahadalia.

Ia juga menyampaikan, Proyek Ubadari CCUS yang berada di Blok Ubadari Kabupaten Fakfak ini akan menyuplai gas alam cair ke LNG Tangguh Train 3 di Teluk Bintuni.

Sementara itu, Bupati Fakfak Samaun Dahlan dalam penyampaiannya belum lama ini mengatakan Proyek UCC di Blok Ubadari merupakan salah satu penggenjot APBD Fakfak nantinya dari beberapa PSN yang masuk di Fakfak.

"Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM telah memerintahkan kepada Migas untuk memulai pekerjaan di Blok Ubadari tahun 2025," terangnya.

Dikatakannya, ini harus mulai jalan konstruksinya pada tahun 2025 dan sudah bisa produksi pada tahun 2028.

"Maka Insha Allah tahun 2029 nantinya, Fakfak sudah bisa dapat bagi hasil dari hasil proyek Blok Ubadari. Insha Allah mungkin kita akan lebih dari APBD Bintuni karena APBD kita bisa mencapai di atas 5 Triliun," tuturnya.

Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama berdoa dan mendukung program ini, untuk kepentingan Kabupaten Fakfak ke depan lebih baik.

Sekadar diketahui, Proyek Train 3 telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 24 November 2023 dan merupakan kilang gas alam cair (LNG) terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi 11,4 juta ton per tahun dan nilai investasi Rp 72,45 triliun.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved