Berita Pegaf
Petani Kopi Minta Pemkab Pegaf dan Pemprov Papua Barat Bantu Bibit
"Jangan sampai hanya dikenal sebagai kabupaten kopi tapi saat pengunjung datang stok kopi tidak tersedia"
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kopi-biji-89.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ketua Petani Milenial Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Maikel Saiba meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegaf melalui dinas terkait, memberikan perhatian serius terhadap permintaan bibit.
Menurut Maikel, saat ini para petani di Kabupateb Pegaf telah mulai aktif meminta benih dan siap untuk mengembangkan kopi secara mandiri.
Hal ini, merupakan sinyal positif untuk membangkitkan sektor pertanian kopi di Pegaf yang selama ini dikenal sebagai "Kabupaten Kopi".
Baca juga: Disbun Fakfak Kirim 2 Petani Kopi ke Malang
Baca juga: Pegunungan Arfak Jadi Fokus Utama Bentara Papua, Olah Kopi Lebih Modern
"Kami menerima permintaan dari petani-petani di Kabupaten Pegaf terkait kebutuhan bibit atau benih kopi. Kami harap pemerintah provinsi maupun pemkab melalui dinas-dinas terkait segera melihat peluang ini. Jangan sampai hanya dikenal sebagai kabupaten kopi tapi saat pengunjung datang stok kopi tidak tersedia," kata Maikel Saiba, Minggu (15/6/2025).
Maikel juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah dalam bentuk penyediaan sarana produksi seperti polibag dan peralatan lain untuk proses penyemaian hingga pemindahan bibit.
"Soal kerja di lapangan, kami dan teman-teman anak-anak muda Pegaf, termasuk yang punya usaha pembibitan, siap mengawal dan mendukung upaya pemerintah untuk menyiapkan benih bagi petani," tambahnya.
Selain itu dirinya telah menyiapkan sekitar 7.000 bibit kopi yang akan disalurkan kepada petani yang membutuhkan.
Namun ia berharap pemerintah turut memberikan insentif atau dukungan sebagai bentuk perangsang semangat para petani.
Lebih jauh, Maikel menyoroti tingginya minat dari berbagai daerah terhadap kopi Anggi.
Bahkan, sudah ada permintaan dari luar daerah terkait penyiapan kopi siap saji dari Pegaf, tetapi kapasitas produksi saat ini masih belum memadai.
"Kami berharap pemerintah betul-betul melihat peluang ini. Tahap pertama yang perlu disiapkan adalah bibit dan peralatan, serta dukungan untuk proses penanaman hingga ke tahap pasca panen, termasuk ekspor kopi siap saji," ujarnya.
Ia juga mengajak, petani di Pegaf untuk tetap serius dan konsisten dalam menanam kopi demi memperkuat branding Kabupaten Pegaf sebagai sentra kopi Papua Barat.
(*)