Berita Manokwari
535 Mahasiswa UNIPA Siap Mengabdi di Lima Kabupaten
Inovasi terbaru dalam KKN tematik tahun ini adalah pembuatan website informasi kampung oleh mahasiswa jurusan informatika.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kkn-unipa-2025.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Universitas Papua (UNIPA) menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi 535 mahasiswa dari berbagai fakultas.
Acara ini berlangsung di Auditorium Utama UNIPA, Manokwari, Papua Barat, pada Senin (16/6/2025).
Mahasiswa yang mengikuti pembekalan ini akan ditempatkan di Lima kabupaten, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Biak, Teluk Wondama dan Teluk Bintuni.
Baca juga: Cerita Albertus Kambia, Mahasiswa Unipa yang Lolos Wakili Papua Barat di Program PPAN 2025
Baca juga: FKIP UNIPA Tampilkan Pentas Seni dan Inovasi Pendidikan di Education Fair 2025
Mahasiswa ini berasal dari 10 Fakultas.
Yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teknik, Pertanian dan Peternakan.
Selanjutnya, Fakultas Sastra dan Budaya, Teknologi Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Teknik Pertambangan dan Perminyakan.
Selama pembekalan, mahasiswa diberikan berbagai materi untuk mempersiapkan mereka dalam melaksanakan KKN.
Materi tersebut meliputi, pedoman pelaksanaan KKN, pengelolaan hidup berbasis masyarakat, pembuatan kompos, mahasiswa peduli stunting, digitalisasi data kampung, metode dan teknik mengajar.
Selanjutnya, pengelolaan pangan lokal berbasis produk pertanian, pembuatan alat pengering sederhana, identifikasi permasalahan di masyarakat, format dan penyusunan laporan.
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNIPA Jan Hendrik Nunaki menjelaskan, KKN merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program Strata Satu (S1).
Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa, untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat.
Ia menyebutkan dalam pelaksanaan KKN, terdapat delapan bidang utama yang akan diterapkan oleh mahasiswa, yaitu pendidikan, kesehatan, pertanian, sarana dan prasarana, lingkungan, teknologi tepat guna, ekonomi, sosial budaya dan keagamaan, administrasi, serta tata kelola desa.
"KKN terbagi menjadi dua jenis, yaitu KKN Reguler dan KKN Tematik," ungkapnya.
Yan mengatakan, KKN reguler mengikuti delapan bidang utama tersebut.
Sedangkan KKN tematik berfokus pada kompetensi bidang ilmu tertentu.
Namun, jika di lapangan ditemukan persoalan yang perlu ditangani, maka akan menjadi program tambahan.
"Dari 535 Mahasiswa ini sebagian besar akan tersebar di 30 kampung Kabupaten Manokwari Selatan," ujarnya.