Berita Mansel
Soal Program MBG di Mansel, Joni Saiba Sampaikan Hal Ini ke Instansi Terkait
Ia menilai program ini sangat strategis bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda Papua dan generasi Mansel ke depan.
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Manokwari Selatan (Mansel) Joni Saiba, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Menurutnya, pelaksanaan program ini di Mansel sejauh ini sudah berjalan cukup baik, terutama di sejumlah jenjang pendidikan seperti PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK.
"Kami DPRK menilai dan mengamati bahwa program MBG sudah berjalan baik di Mansel, namun yang masih menjadi perhatian kami adalah sinkronisasi data sekolah penerima program ini," kata Joni Saiba, Rabu (18/6/2025).
Baca juga: Perluasan MBG di Mansel Papua Barat, BGN Dirikan 2 Dapur Sehat di Ransiki dan Oransbari
Baca juga: Obet Rumbruren: Keterlibatan BPOM Manokwari Dalam MBG di Papua Barat Tumbuhkan Kepercayaan Publik
Ia menekankan, pentingnya koordinasi antara pihak penyelenggara MBG dengan pemerintah daerah.
Agar lanjut Joni Saiba, ada kejelasan data serta dukungan anggaran yang sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, yang turut menekankan pentingnya sharing anggaran antara pemerintah pusat dan daerah.
"Kami menyarankan kepada pihak yang menangani MBG agar bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah supaya ada sharing anggaran, karena itu sangat penting untuk menunjang keberlanjutan program di Mansel," imbuhnya.
Joni menegaskan, Fraksi Mansel Bersatu komitmen penuh untuk mendukung program MBG.
Ia menilai program ini sangat strategis bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya generasi muda Papua dan generasi Mansel ke depan.
Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah kendala di lapangan, salah satunya terkait kurangnya koordinasi antara dinas pendidikan, dinas kesehatan, dan penyelenggara program dalam pelaksanaan MBG, termasuk dari sisi pengelolaan gizi makanan.
"Koordinasi antara dinas terkait perlu diperkuat, khususnya dalam hal data dan standar gizi makanan, agar program ini benar-benar memberikan manfaat kesehatan yang maksimal bagi anak-anak kita," pungkas Joni Saiba.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.