Berita Manokwari Selatan
Perluasan MBG di Mansel Papua Barat, BGN Dirikan 2 Dapur Sehat di Ransiki dan Oransbari
Saat ini, 2 dapur SPPG telah beroperasi di Mansel, lokasinya di Disrik Ransiki dan Distrik Oransbari
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/MBG-di-Mansel.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANSEL - Badan Gizi Nasional (BGN) mengkonfirmasi pendirian 2 dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Papua Barat.
Pendirian 2 unit bangunan SPPG di Mansel diungkapkan Staf Koordinator Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Mohamad Fadil Alchoiri kepada media di Manokwari, Minggu (8/6/2025).
"Saat ini, 2 dapur SPPG telah beroperasi di Mansel, lokasinya di Disrik Ransiki dan Distrik Oransbari. Dua dapur ini melayani rata-rata 7.000 penerima manfaat," ujar Mohamad Fadil Alchoiri.
Ia mengatakan bahwa target penerima program MBG di Mansel meliputi pelajar tingkat PAUD/TK, SD, SMP, SMA, pesantren, serta ibu melahirkan dan balita.
Dapur sehat ini, sebutnya, tidak hanya mengolah makanan bergizi, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi sirkular daerah dengan merekrut pekerja lokal dan wajib menggunakan bahan baku lokal.
Sementara itu, pihaknya juga sedang berkolaborasi dengan Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren untuk terus melakukan sosialisasi terkait program MBG.
Baca juga: Apresiasi Perluasan MBG di Manokwari, Obet Ayok Rumbruren: Mendukung Indonesia Emas 2045
Dimana belum lama ini pihaknya melakukan sosialisasi program penguatan gizi di Hotel Srikandi, Distrik Ransiki, Manokwari Selatan pada Rabu, 4 Juni 2025.
Menurutnya, program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi malnutrisi.
"Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, guna mewujudkan generasi sehat dan bebas stunting di Indonesia," katanya.
Fadil juga memaparkan secara rinci, bahwa Program Gizi Nasional (PGN) yang bertujuan menurunkan angka stunting di Indonesia hingga di bawah 15 persen.
"Angka stunting di Indonesia masih sekitar 20 % , dan target PGN adalah menurunkannya di bawah 15 % ," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa PGN fokus pada peningkatan sumber daya pangan, peran aktif koperasi dalam penyaluran bahan baku gizi, peningkatan sumber daya manusia daerah, dan pemerataan ekonomi.
Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren menegaskan komitmennya untuk mendukung program gizi ini dalam rangka mencerdaskan anak-anak Indonesia.
"Program ini krusial karena menyediakan makanan bergizi siap santap, sehingga masyarakat tak perlu repot menyiapkan sendiri. Makanan akan diantar langsung ke sekolah atau lokasi yang telah ditentukan," kata Obet Rumbruren.
Baca juga: Trisep Kambuaya Minta Perluasan MBG di Manokwari Menyentuh Kelurahan Amban, Ini Alasannya
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Dapur SPPG) dan menjamin bahwa anggaran program akan tetap berada di masyarakat selama lima tahun.
Mohamad Fadil Alchoiri
Badan Gizi Nasional
makan bergizi gratis
Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel)
Obet Rumbruren
Sosialisasi
penurunan stunting
| Mahasiswa Mansel Seluruh Indonesia Keluhkan Beasiswa hingga Biaya Kontrakan Tanggungan Pemda |
|
|---|
| Maikel Inden Minta Seleksi IPDN 2025 Mansel Utamakan Anak Asli Arfak |
|
|---|
| Harga Tanah di Mansel Papua Barat Naik Sepertiga Persen |
|
|---|
| Agustinus Tenau: Bupati Maybrat Terpilih Harus Merangkul dan Berinovasi |
|
|---|
| Kesbangpol Mansel Usulkan Tiga Nama untuk Pansel DPRK dan DPRPB Jalur Otsus |
|
|---|