Jumat, 5 Juni 2026

Berita Manokwari Selatan

Maikel Inden Minta Seleksi IPDN 2025 Mansel Utamakan Anak Asli Arfak

demi menjaga hak-hak anak asli Arfak dalam mengakses pendidikan kedinasan yang strategis bagi masa depan daerah

Tayang:
zoom-inlihat foto Maikel Inden Minta Seleksi IPDN 2025 Mansel Utamakan Anak Asli Arfak
istimewa via Joni Saiba
PEMUDA ARFAK - Ketua Ikatan Pemuda Arfak, Maikel Inden menyerahkan aspirasi penerimaan IPDN 2025 kepada Ketua Aliansi Honorer Nasional Manokwari Selatan, Joni Saiba di Mansel Papua Barat belum lama ini 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANSEL - Ikatan Pemuda Arfak (IPA) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Papua Barat, mendesak penerimaan calon Praja pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2025 memprioritaskan putra/putri asli setempat.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Ikatan Pemuda Arfak Kabupaten Mansel, Maikel Inden, saat menyerahkan pernyataan sikap kepada Ketua Aliansi Honorer Nasional Mansel, Joni Saiba di Mansel belum lama ini.

Pernyataan sikap tersebut menegaskan bahwa kuota penerimaan IPDN untuk Kabupaten Manokwari Selatan pada tahun 2025 hanya diperuntukkan bagi putra-putri asli Arfak.

Maikel Inden mengatakan hal ini dilakukan demi menjaga hak-hak anak asli Arfak dalam mengakses pendidikan kedinasan yang strategis bagi masa depan daerah.

"Kami pertegas bahwa kuota IPDN tahun ini (2025) hanya untuk anak-anak asli Arfak di Mansel," ujarnya.

Baca juga: Anggota DPRK Mansel Joni Saiba Soroti SPBU di Ransiki yang Belum Beroperasi

Ia mengatakan bahwa permintaan tersebut merujuk pada kuota afirmasi sebagaimana diatur dalam UU 2 Tahun 2021 tentang Otonoi Khusus (Otsus).

"Kami sangat menghormati keberadaan teman-teman Nusantara lainnya, namun khusus seleksi IPDN 2025 jalur Mansel  berikan kesempatan kepada kami," pintanya.

Pasalnya, sebut Inden, ruang bagi teman-teman Nusantara telah diberikan melalui seleksi CPNS dan PPPK sebelumnya, sehingga khusus penerimaan IPDN, Ia berharap 100 persen mengakomodir anak-anak asli (OAP) Mansel.

"Soal ini [IPDN] akan kami jaga dan kawal mulai tahun 2025 dan seterusnya,"  kata Maikel Inden.

Ia menegaskan, kembali bahwa jika ada peserta dari luar anak asli Arfak di Mansel yang tetap mengikuti seleksi dan namanya terdaftar, maka pihaknya menilai itu sebagai upaya menciptakan persoalan baru.

Baca juga: Seleksi IPDN 2025 Pegunungan Arfak agar Prioritaskan Anak dari 4 Suku

Sementara itu, Ketua Aliansi Honorer Nasional Manokwari Selatan, Joni Saiba, menyatakan dukungannya terhadap pernyataan sikap tersebut. Ia menilai hal ini sebagai bentuk perjuangan menjaga hak anak-anak Arfak di daerah mereka sendiri.

"Kami terima dan mendukung penuh sikap ini. Demi anak-anak Arfak, kami butuh pengertian dan kerja sama dari suku-suku lain. Saya juga akan bawa pernyataan ini dan diskusikan di lembaga DPRK Mansel agar menjadi perhatian serius," kata Joni Saiba.

Ia juga berharap agar Pemerintah Daerah Manokwari Selatan, khususnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD), lebih selektif dalam proses seleksi dan memprioritaskan anak-anak asli Papua, khususnya Arfak, dalam jalur penerimaan IPDN di Mansel.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved