Berita Fakfak
Temui Kemenkes, Pemkab Fakfak Usulkan Bangun Rumah Sakit Modern Lima Lantai
Ia menyebutkan, nilai kebutuhan anggaran pembangunan rumah sakit modern ditaksir sebesar Rp 164 miliar.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/blueprint-rsud-modern-fakfak.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak Provinsi Papua Barat mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin mendesak.
Usulan ini diajukan menyusul keterbatasan kapasitas dan lahan RSUD eksisting yang saat ini tidak lagi memadai untuk melayani seluruh masyarakat di wilayah tersebut.
"Pembangunan RSUD baru menjadi solusi strategis untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, mendukung program nasional, serta mengimbangi pertumbuhan penduduk dan investasi di Fakfak," ujar Bupati Fakfak, Samaun Dahlan dalam paparannya dikutip TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Jumat (20/6/2025).
Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Launching Program Kesehatan Gratis di RSUD Fakfak
Baca juga: Samaun Dahlan Audiensi dengan Kemenkes RI, Dorong Pembangunan Infrastruktur Kesehatan
Dalam presentasi Bupati Fakfak Samaun Dahlan kepada Kemenkes RI, disampaikan dengan luas wilayah mencapai 14.320 km⊃2; dan terdiri dari 17 distrik serta 142 kampung, Kabupaten Fakfak hanya memiliki satu rumah sakit rujukan tingkat lanjut.
"Sementara itu, kita ketahui jumlah penduduk terus meningkat dan tantangan kesehatan seperti perubahan pola penyakit, keterbatasan tempat tidur rawat inap, serta minimnya peralatan medis kian terasa," bebernya.
Rencana pembangunan rumah sakit baru ini sudah dilengkapi dengan kesiapan lahan seluas 24.425 m⊃2; yang telah memiliki legalitas.
"Termasuk dokumen perencanaan desain gedung lima lantai, serta kajian lingkungan yang sedang dalam proses penyelesaian," tuturnya.
Ia menyebutkan, nilai kebutuhan anggaran ditaksir sebesar Rp 164 miliar.
Pemkab Fakfak juga menyatakan kesiapannya mendukung pembangunan ini melalui penganggaran sharing APBD serta kolaborasi lintas sektor.
"Selain itu, skema pembiayaan juga terbuka untuk menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan maupun Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," katanya.
Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari kebijakan pusat melalui visi-misi Presiden Prabowo Subianto.
Serta merujuk pada penyusunan RPJMN 2025–2029 yang menekankan transformasi layanan rujukan dan pemerataan RS Tipe D di daerah 3T, termasuk Fakfak.
“Dengan fasilitas IGD 24 jam, ruang rawat inap dasar, laboratorium, serta radiologi sederhana, RSUD baru ini diharapkan dapat menyelamatkan nyawa dalam kondisi gawat darurat serta mengurangi beban rujukan ke luar daerah,” tambah Samaun Dahlan.
Usulan ini sekaligus mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pembangunan Pupuk Fakfak dan LNG Train 3.
"Di mana membutuhkan infrastruktur kesehatan yang memadai demi menopang investasi jangka panjang di wilayah Papua Barat," sebutnya.
(*)