Berita Kaimana
Kaimana Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2025 se- Papua Barat
Olivia menjelaskan, beberapa kegiatan yang akan mengisi perayaan ini antara lain seminar dan juga perlombaan tingkat anak
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/OA-8962.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Kaimana telah membentuk panitia peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025.
Peringatan Hari Anak Nasional se– Papua Barat ini akan diperingati di Kabupaten Kaimana pada 22–23 Juli 2025.
Hari Anak Nasional tahun 2025 ini dengan mengusung tema ‘Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045’ dengan tagline ‘Anak Indonesia Bersaudara’.
Baca juga: Gaungkan Permainan Tradisional di Era Digital, 500 Anak Ikut Perayaan Hari Anak Nasional di Fakfak
Baca juga: Peringati Hari Anak Nasional 2023, Pemkab Fakfak Santuni 9 Anak Penyandang Disabilitas
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Kaimana, Olivia Henriete Ansanay, S.STP, kepada wartawan di Halaman RSUD Kaimana, usai mengikuti apel gaungan Kamis (17/7/2025).
“Ada beberapa kegiatan yang sudah disusun oleh panitia pelaksana dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional ini,” kata Olivia.
Olivia menjelaskan, beberapa kegiatan yang akan mengisi perayaan ini antara lain seminar dan juga perlombaan tingkat anak yang dilakukan secara online.
Olivia berterima kasih dan mengapresasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat, yang telah mempercayakan Kabupaten Kaimana sebagai tuan rumah dan Dinas PPPA Kaimana selaku fasilitator kegiatan ini.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai fasilitator kegiatan ini, apalagi kegiatan ini akan diperingati se – Papua Barat, sehingga kami merasa sangat bersyukur dan mengapresiasi Pemprov Papua Barat,” ungkapnya.
Dirinya berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat melibatkan lebih banyak kaum perempuan dan anak di Kabupaten Kaimana, sehingga dapat meningkatkan pemahaman mereka terkait upaya-upaya perlindungan yang diberikan oleh negara.
“Kami berharap agar setelah ada kegiatan ini, pemahaman tentang perlindungan anak di Papua Barat khususnya di Kabupaten Kaimana semakin membaik. Kalau sudah semakin membaik, maka harapan kami kedepan, kasus-kasus yang menimpa anak dan perempuan di Kabupaten Kaimana bisa diminimalisir," ujarnya.
(*)