Kamis, 7 Mei 2026

Pemuda Adat Domberay Siap Sukseskan Parade Budaya Hari Masyarakat Adat se-Dunia

Menurut Feri Derebi, parade budaya akan diikuti oleh masyarakat adat dari tujuh wilayah adat besar di Papua dan undangan telah didistribusikan

Tayang:
zoom-inlihat foto Pemuda Adat Domberay Siap Sukseskan Parade Budaya Hari Masyarakat Adat se-Dunia
TribunPapuaBarat.com/Matius Pilamo Siep
PARADE BUDAYA - Ketua Panitia Parade Budaya, Feri Derebi (kiri) dan Sekertaris, Maria Kebar (kanan) di Kantor Dewan Adat Papua Wilayah Domberay, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (6/8/2025). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Memperingati Hari Masyarakat Adat Internasional pada 9 Agustus 2025, Panitia Pemuda Adat Wilayah Domberay menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan parade budaya.

Parade budaya 7-9 Agustus 2025 itu sebagai bentuk perayaan dan refleksi atas eksistensi serta perjuangan masyarakat adat Papua.

Ketua Panitia Parade Budaya, Feri Derebi, menegaskan kegiatan ini sepenuhnya merupakan inisiatif dan hasil kerja keras pemuda adat.

Menurutnya, parade budaya akan diikuti oleh masyarakat adat dari tujuh wilayah adat besar di Papua dan undangan telah didistribusikan kepada perwakilan dari seluruh wilayah adat tersebut.

"Pembukaan tanggal 7 Agustus yang dilanjutkan dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya," kata Feri Derebi saat diwawancarai wartawan di Kantor Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Domberay, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (6/8/2025).

Beberapa agenda utama adalah seminar kebudayaan, orasi budaya, dan pemutaran film tentang masyarakat adat.

Pentas seni dan budaya sebagai puncak perayaan.

Baca juga: DPRPB Sosialisasi 2 Perda dan 1 Perdasus, Musa Naa: Angin Segar Bagi Masyarakat Adat

 

Feri menyebut tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membangkitkan kembali identitas dan nilai-nilai budaya yang telah melekat sejak lahir dalam kehidupan masyarakat adat Papua, khususnya di wilayah Tiga Domberai.

Sekretaris Panitia, Maria Kebar, menyampaikan tema besar kegiatan ini adalah "Selamatkan Papua, Selamatkan Dunia".

Ia mengatakan tema ini diangkat sebagai pengingat akan pentingnya hutan Papua sebagai paru-paru dunia. 

Dengan kekayaan alam yang masih terjaga, Papua memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem global.

“Hutan dan sumber daya alam Papua menghidupi manusia di seluruh bumi. Maka, semangat masyarakat adat perlu dibangkitkan agar tetap tegar dan tidak punah,” ujar Maria Kebar.

Ia menekankan masyarakat adat adalah penjaga hutan dan alam. 

Jika mereka punah atau terasingkan, maka kelestarian alam juga akan ikut terancam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved