Hari Pangan se-Dunia, Fakfak Masih Bergantung pada Pasokan Pangan dari Luar
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Fakfak perlu menyentuh masyarakat perkotaan dengan pemberian bantuan koker dan bibit.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Aktivitas-pedagang-di-Pasar-Rakyat-Thumburuni-Kabupaten-Fakfak-Kamis-16102025.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dalam momentum Hari Pangan se-Dunia 16 Oktober, Kabupaten Fakfak di Provinsi Papua Barat masih bergantung pada kebutuhan pangan dari luar daerah.
Pantauan TribunPapuaBarat.com di Pasar Rakyat Thumburuni, Kamis (16/10/2025), sejumlah barang kebutuhan dapur masih didatangkan dari luar daerah.
"Ini sayur-sayuran, wortel; ketimun, labu siam pokoknya yang kitong (kita) jual ini semua dari luar, tidak ada yang dari sini (Fakfak)," ujar satu pedagang di Pasar Thumburuni, Mini.
Sebelumnya, Kinerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak mendapat sorotan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan.
Bupati mengatakan masih banyak sayur-mayur yang didatangkan dari luar daerah. Ini menjadi koreksi bagi Pemerintah Daerah.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Wagom, Abdurrasyid Wadjo, menyatakan bersama warga dalam mengusung kemandirian pangan.
"Kami sudah punya Program Kebun Rumah untuk bisa sedikit membantu mengatasi fenomena pangan yang ada selama ini," katanya.
Baca juga: Pemkab Fakfak Papua Barat Buka Suara Soal Kedatangan Sayur dari Luar Daerah
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Fakfak perlu menyentuh masyarakat perkotaan dengan pemberian bantuan koker dan bibit.
"Untuk embantu menumbuhkan semangat atau motivasi warga untuk menanam," kata Abdurrasyid Wadjo.
Ia yakin, jika 14.000 penduduk Kelurahan Wagom mampu digerakkan untuk menanam, Pasar Thumburuni tidak akan kekurangan hasil kebun warga.
"Saya sudah sampaikan langsung kepada Pak Bupati Samaun Dahlan dan sangat konek atau terhubung dengan program kerja Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Fakfak," ujarnya.
Disinggung soal ketersediaan lahan, Abdurrasyid Wadjo mengatakan konsep kebun rumah adalah memberdayakan warga untuk menanam di pekarangan sekitar.
"Saya kira untuk 1 rumah saja diberikan bantuan 10 polybag, coba bayangkan kalau 30 RT di Kelurahan Wagom semua tanam tomat tentu akan bisa mendukung kemandirian pangan keluarga,"katanya.
Baca juga: Pedagang Merasa Nyaman Berjualan di Pasar Thumburuni Fakfak
Ia berharap Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak tak hanya memberikan bantuan, tapi juga mendampingi warga yang menanam.
Kabupaten Fakfak
Papua Barat
Pasar Rakyat Thumburuni
Pasar Thumburuni
Dinas Pertanian
Abdurrasyid Wadjo
Kelurahan Wagom
| Ketum PAL-KOAP Imbau Warga Jaga Keamanan Manokwari Menjelang Pesparawi Nasional XIV |
|
|---|
| Polda Papua Barat Matangkan Persiapan 811 Personel Pengamanan Pesparawi Nasional XIV |
|
|---|
| Tiga Tahun Tertunda, Pembangunan Gedung BWS Papua Barat Tersandera Sengketa Tanah |
|
|---|
| Bupati Fakfak Apresiasi Dukungan Kementan RI atas Perluasan Lahan Pala 1.000 Hektare |
|
|---|
| Tidak Terbukti, Lapas Manokwari Bantah Keterangan JPU Soal Pengendalian Narkoba dari Dalam |
|
|---|