Minggu, 17 Mei 2026

Lewat Tahun Baru, Harga Cabai Rawit di Fakfak Masih Rp 120.000 per Kilogram

Dari pantauan TribunPapuaBarat.com Senin (5/1/2026) di Pasar Rakyat Thumburuni, pedagang mengakui harga cabai rawit masih tinggi.

Tayang:
zoom-inlihat foto Lewat Tahun Baru, Harga Cabai Rawit di Fakfak Masih Rp 120.000 per Kilogram
Tribunpapuabarat.com/Aldi Bimantara
HARGA CABAI - Sejumlah bahan kebutuhan dapur yang dijual di Pasar Rakyat Thumburuni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Senin (5/1/2026). Harga cabai rawit menyentuh Rp 120.000 per kilogram. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Memasuki awal tahun 2026, harga cabai rawit di pasaran Fakfak Papua Barat tembus Rp 120.000 per kilogram (Kg), sementara kebutuhan dapur lainnya teramati berfluktuasi.

Dari pantauan TribunPapuaBarat.com Senin (5/1/2026) di Pasar Rakyat Thumburuni, pedagang mengakui harga cabai rawit masih tinggi.

"Sekarang Rp120.000 per Kg, sempat ada yang jual Rp 100.000 per Kg. Memang ini masih mahal sih," ujar pedagang bernama Aryani di Pasar Thumburuni.

Ia menyebut stok cabai rawit memang masih cukup, namun keterbatasan mobilitas transportasi laut di Fakfak menjadi faktor pemicu pasokan terlambat.

"Pokoknya bergantung kapal laut. Kami di Kabupaten Fakfak ini kan susah juga kapal ini," katanya.

Selain cabai rawit merah, harga bawang merah dan bawang putih juga relatif tinggi.

Baca juga: Harga Cabai Turun Hampir 50 Persen di Pasar Wosi Manokwari

 

Bawang merah dijual di kisaran Rp 65.000 hingga Rp 70.000 per kilogram, sementara bawang putih berkisar Rp 55.000 hingga Rp 60.000 per kilogram.

Sejumlah pedagang menyebut, tingginya harga bumbu dapur dipengaruhi oleh biaya distribusi dari luar daerah serta kondisi pasokan yang belum stabil.

Selain itu, pasokan masih bergantung pada suplai bahan pangan dari wilayah lain, terutama untuk komoditas hortikultura.

Di lain sisi harga sayuran seperti tomat, wortel, kol, dan kentang terpantau bervariasi.

Tomat dijual sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, wortel berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, sedangkan kol dan kentang masih relatif stabil dibandingkan bumbu dapur.

"Kami hanya bisa menyesuaikan pengeluaran rumah tangga akibat kenaikan harga," kata pembeli bernam Salmi saat ditemui TribunPapuaBarat.com di Pasar Thumburuni.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan langkah pengendalian harga dan memastikan kelancaran distribusi bahan pangan ke Kabupaten Fakfak.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved