Lewat Tahun Baru, Harga Cabai Rawit di Fakfak Masih Rp 120.000 per Kilogram
Dari pantauan TribunPapuaBarat.com Senin (5/1/2026) di Pasar Rakyat Thumburuni, pedagang mengakui harga cabai rawit masih tinggi.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Harga-cabai-rawit-menyentuh-Rp-120000-per-kilogram-di-Fakfak.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Memasuki awal tahun 2026, harga cabai rawit di pasaran Fakfak Papua Barat tembus Rp 120.000 per kilogram (Kg), sementara kebutuhan dapur lainnya teramati berfluktuasi.
Dari pantauan TribunPapuaBarat.com Senin (5/1/2026) di Pasar Rakyat Thumburuni, pedagang mengakui harga cabai rawit masih tinggi.
"Sekarang Rp120.000 per Kg, sempat ada yang jual Rp 100.000 per Kg. Memang ini masih mahal sih," ujar pedagang bernama Aryani di Pasar Thumburuni.
Ia menyebut stok cabai rawit memang masih cukup, namun keterbatasan mobilitas transportasi laut di Fakfak menjadi faktor pemicu pasokan terlambat.
"Pokoknya bergantung kapal laut. Kami di Kabupaten Fakfak ini kan susah juga kapal ini," katanya.
Selain cabai rawit merah, harga bawang merah dan bawang putih juga relatif tinggi.
Baca juga: Harga Cabai Turun Hampir 50 Persen di Pasar Wosi Manokwari
Bawang merah dijual di kisaran Rp 65.000 hingga Rp 70.000 per kilogram, sementara bawang putih berkisar Rp 55.000 hingga Rp 60.000 per kilogram.
Sejumlah pedagang menyebut, tingginya harga bumbu dapur dipengaruhi oleh biaya distribusi dari luar daerah serta kondisi pasokan yang belum stabil.
Selain itu, pasokan masih bergantung pada suplai bahan pangan dari wilayah lain, terutama untuk komoditas hortikultura.
Di lain sisi harga sayuran seperti tomat, wortel, kol, dan kentang terpantau bervariasi.
Tomat dijual sekitar Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, wortel berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogram, sedangkan kol dan kentang masih relatif stabil dibandingkan bumbu dapur.
"Kami hanya bisa menyesuaikan pengeluaran rumah tangga akibat kenaikan harga," kata pembeli bernam Salmi saat ditemui TribunPapuaBarat.com di Pasar Thumburuni.
Ia berharap pemerintah daerah dapat melakukan langkah pengendalian harga dan memastikan kelancaran distribusi bahan pangan ke Kabupaten Fakfak.
| Senyum Mama Jobelina Way dan Paulince Menjaga Asa di Pasar Thumburuni Fakfak |
|
|---|
| Dukung Penataan Ruang Berkelanjutan, Kantah Fakfak Fokus Susun NPGT Regional |
|
|---|
| BPKP Papua Barat Evaluasi SPAM Perpipaan Perkotaan di Fakfak |
|
|---|
| 8.000 Peserta PBI Jaminan Kesehatan di Fakfak Dinonaktifkan Kemensos, Ini Sebabnya |
|
|---|
| Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Tempuh Jarak Laut 5.800 Km menuju Fakfak |
|
|---|