Berita Fakfak
Debit Air Bersih di Fakfak Menurun, Warga Terpaksa Mandi di Sungai
Bahkan, sejumlah warga berencana mencuci pakaian langsung di sungai apabila kelangkaan air bersih semakin parah
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/palang-pipa-air.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Debit air bersih milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Pala Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dilaporkan menurun sejak beberapa hari terakhir.
Kondisi ini membuat warga Kota Fakfak mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Pantauan Tribunpapuabarat.com, Sabtu (7/2/2026), sebagian warga terpaksa mandi di Sungai Air Besar (Arbes) di Distrik Fakfak Tengah.
Bahkan, sejumlah warga berencana mencuci pakaian langsung di sungai apabila kelangkaan air bersih semakin parah.
“Air mengalir tetapi cuma setetes-setetes saja belakangan ini, kami juga bingung penyebabnya apa,” ujar Ami, warga Fakfak Utara.
Ia mengaku resah karena pasokan air bersih semakin sulit dari hari ke hari. “Kami harap ada perhatian, kami takut kekeringan,” tambahnya.
Baca juga: Respons Pemalangan Sumber Air di Fakfak, Ali Hindom: Tiga Pihak Ini Harus Duduk Bersama
Minimnya curah hujan di wilayah Fakfak disebut memperparah kondisi tersebut.
Menyikapi situasi ini, Perumda Tirta Pala membuka sejumlah kran umum bagi masyarakat.
Hal itu dilakukan menyusul menurunnya debit air dari sumber Kali Mati yang menjadi pemasok utama.
Direktur Perumda Tirta Pala Fakfak, Irwan, dalam keterangan resmi menyampaikan bahwa penurunan debit air berdampak pada terganggunya distribusi melalui jaringan pipa, khususnya di wilayah Puncak, Wagom, dan sekitarnya.
“Dengan kondisi debit air yang tidak memungkinkan untuk distribusi melalui pipa, kami membuka kran umum di beberapa titik agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah daerah, mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.
Pemerintah diharapkan segera mencari solusi agar pasokan air kembali normal.
| Dinsos Fakfak Siap Verifikasi Lapangan Buntut Laporan DTSEN Soal 63 Ribu Warga Miskin |
|
|---|
| Kapolres Fakfak Ingatkan Personel Bijak Gunakan Media Sosial, Tegaskan 6 Larangan Ini |
|
|---|
| Menuju Ending AIDS 2030, Puskesmas Fakfak Kota Intensifkan Pencegahan HIV |
|
|---|
| Warga Miskin di Fakfak Capai 17.062 Orang per 2025, Dinsos: 6.683 Sudah Terima Bansos |
|
|---|
| BKPSDM Fakfak Gelar Latsar, 471 CPNS Dibekali Karakter dan Kompetensi |
|
|---|