Kamis, 21 Mei 2026

Berita Fakfak

Debit Air Bersih di Fakfak Menurun, Warga Terpaksa Mandi di Sungai

Bahkan, sejumlah warga berencana mencuci pakaian langsung di sungai apabila kelangkaan air bersih semakin parah

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Debit Air Bersih di Fakfak Menurun, Warga Terpaksa Mandi di Sungai
TribunPapuaBarat.com/Aldi Bimantara
PIPA AIR - Potret dua pipa induk milik PDAM setempat di Kampung Air Besar, Distrik Fakfak Tengah Kabupaten Fakfak Papua Barat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Debit air bersih milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Pala Kabupaten Fakfak, Papua Barat, dilaporkan menurun sejak beberapa hari terakhir. 

Kondisi ini membuat warga Kota Fakfak mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Pantauan Tribunpapuabarat.com, Sabtu (7/2/2026), sebagian warga terpaksa mandi di Sungai Air Besar (Arbes) di Distrik Fakfak Tengah.

Bahkan, sejumlah warga berencana mencuci pakaian langsung di sungai apabila kelangkaan air bersih semakin parah.

“Air mengalir tetapi cuma setetes-setetes saja belakangan ini, kami juga bingung penyebabnya apa,” ujar Ami, warga Fakfak Utara. 

Ia mengaku resah karena pasokan air bersih semakin sulit dari hari ke hari. “Kami harap ada perhatian, kami takut kekeringan,” tambahnya.

Baca juga: Respons Pemalangan Sumber Air di Fakfak, Ali Hindom: Tiga Pihak Ini Harus Duduk Bersama

Minimnya curah hujan di wilayah Fakfak disebut memperparah kondisi tersebut.

Menyikapi situasi ini, Perumda Tirta Pala membuka sejumlah kran umum bagi masyarakat. 

Hal itu dilakukan menyusul menurunnya debit air dari sumber Kali Mati yang menjadi pemasok utama.

Direktur Perumda Tirta Pala Fakfak, Irwan, dalam keterangan resmi menyampaikan bahwa penurunan debit air berdampak pada terganggunya distribusi melalui jaringan pipa, khususnya di wilayah Puncak, Wagom, dan sekitarnya. 

“Dengan kondisi debit air yang tidak memungkinkan untuk distribusi melalui pipa, kami membuka kran umum di beberapa titik agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah daerah, mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. 

Pemerintah diharapkan segera mencari solusi agar pasokan air kembali normal.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved