Minggu, 12 April 2026

DBD Meningkat, Periode Januari-Maret 2024 Dinkes Kaimana Temukan 16 Kasus 

Menurut Jubair Rumakat, deman berdarah di Kabupaten Kaimana patut diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian.

Tayang:
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Tarsisius Sutomonaio
zoom-inlihat foto DBD Meningkat, Periode Januari-Maret 2024 Dinkes Kaimana Temukan 16 Kasus 
TRIBUNPAPUABARAT.COM/ARFAT JEMPOT
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, saat ditemui di ruang kerjanya di Kaimana, Papua Barat, Selasa (23/0/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Kaimana belakangan ini memicu peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) dari Januari hingga Maret 2024.

Selama periode tersebut ditemukan sebanyak 16 DBD di Kabupaten Kaimana, Papua Barat

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, mengatakan kasus DBD terjadi karena perilaku hidup masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, deman berdarah patut diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian.

Perubahan cuaca menjadi faktor utama banyaknya nyamuk aedes aegypti yang menyebabar demam berdarah.

Baca juga: Teluk Wondama KLB Demam Berdarah, Ada 260 Kasus DBD di Distrik Wasior

 

"Gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M Plus," kata Jubair Rumakat di ruang kerja, Selasa (23/4/2024). 

Pertama, menguras atau membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel pada tempat penampungan air, 

Kedua, menutup rapat tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum.

Ketiga, memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Baca juga: Sebulan Terakhir 352 Kasus DBD di Teluk Wondama, Dinkes: Jangan Sampai Ada Korban Jiwa

Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana telah menerima laporan adanya pasien DBD di RSUD dan Puskesmas Kaimana. 

"Kami juga mendata lokasi pasien dan melakukan penyelidikan epidemologi (PE) oleh Petugas Kesehatan Masyarakat (PKM), dengan mendatangi rumah pasien DBD, memberikan penyuluhan kebersihan lingkungan dan membagi bubuk abate," ujar Jubair Rumakat.

Menurutnya, waktu aktivitas nyamuk aedes aegypti pada jam 06.00-09.00 dan pukul 16.00-18.00 WIT.

Karena itu, warga diminta untuk tidak tidur pada jam-jam tersebut, melainkan tetap beraktivitas.

Fogging atau pengasapan bahan insektisida, ucapnya, merupakan langkah terakhir. Pengasapan itu bertujuan untuk membunuh nyamuk penyebar DBD. 

"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kaimana, lantaran intensitas hujan yang cukup tinggi, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3 M Plus," kata Jubair Rumakat.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved