Rabu, 8 April 2026

Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Tolak Pembangunan Pos-pos Militer dan DOB

Menurut mereka, konflik bersenjata antara TNI/Polri dengan TPNPB-OPM terus meningkat dan berdampak langsung pada warga sipil.

Tayang:
zoom-inlihat foto Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Tolak Pembangunan Pos-pos Militer dan DOB
Tribunpapuabarat.com/Matius Pilamo Siep
MAHASISWA YAHUKIMO - Mahasiswa Yahukimo di Manokwari mendukung demonstrasi Front Mahasiswa Yahukimo se-Indonesia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 21 Januari 2026. Dukungan itu disampaikan melalui jumpa pers di kontrakan mahasiswa Yahukimo di Manokwari, Rabu (21/1/2026) sore. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Mahasiswa Yahukimo di Manokwari mendukung demonstrasi Front Mahasiswa Yahukimo se-Indonesia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (21/1/2026). 

Dukungan itu disampaikan melalui jumpa pers di kontrakan mahasiswa Yahukimo di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (21/1/2026) sore.

Aksi di Yahukimo antara lain untuk menolak pembangunan pos-pos militer dan investasi yang dinilai tak berpihak pada masyarakat lokal di Yahukimo.

Mahasiswa menilai Kabupaten Yahukimo sedang dalam situasi darurat operasi militer yang diperparah dengan masuknya investasi secara masif melalui elite-elite politik lokal. 

Mereka juga menolak rencana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) tanpa mempertimbangkan maraknya pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Menurut mereka, konflik bersenjata antara TNI/Polri dengan TPNPB-OPM terus meningkat dan berdampak langsung pada warga sipil.

Situasi itu mengganggu aktivitas warga, mulai dari berkebun, berdagang di pasar, hingga mengakses kesehatan.

Baca juga: 6 Bulan Terakhir Aksi KKB di Yahukimo Tewaskan 34 Orang, Guru Melani Turut Jadi Korban

 

Koordinator lapangan mahasiswa Yahukimo di Manokwari, Roni Mirin, menyatakan terjadi rangkaian penyisiran dan penangkapan oleh aparat keamanan sejak 2023.

Menurutnya, aparat kerap mencurigai warga sipil dengan ciri fisik tertentu. 

Padahal ciri-ciri tersebut, ucapnya, merupakan identitas budaya yang harus dipertahankan.

Ia memaparkan kasus-kasus kekerasan dan pelanggaran HAM di Yahukimo sejak 2021.

Antara lain penembakan terhadap Perianus Asso dalam aksi pembebasan Victor Yeimo pada 16 Agustus 2021. Pelakunya belum diungkap.

Pada November 2021, terjadi penembakan warga sipil Uakhere Heluka di Distrik Suru-Suru.

Pada 15 Maret 2022, dalam aksi penolakan otonomi khusus, dua warga sipil dilaporkan tertembak, Yakob Deall dan Erson Weipsa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved