Sumule Tumbo : Kelompok Khusus DPRK Bukan Hanya Awasi Dana Otsus
"DPRK bekerja secara kolektif kolegial. Semua dibahas (termasuk usulan dari Kelompok Khusus, red) dalam kelembagaan DPRK," kata Sumule Tumbo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Irene-Manibuy-Indra-Gunawan-dan-Sumule-Tumbo.jpg)
Ada juga Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Otsus dari Kemenkum dan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Kemendagri.
"Interoperabilitas ini bakal mempermudah OPD untuk menginput anggaran dan program serta membaca data," ujar Irene Manibuy.
Menurutnya, interoperabilitas ini baru mulai dipraktikkan sehingga butuh bimbingan dari tiga kementerian terkait, termasuk melalui kegiatan selama 25-26 Februari lalu.
"Saya kira, interoperabilitas ini normalnya atau lancarkan dipakai mungkin pada 2027," kata mantan wakil gubernur Papua Barat itu.
Kegiatan ini juga agar pemerintah daerah bersama DPR Provinsi dan DPRK menyelesaikan rencana anggaran program (RAP) tepat waktu agar pencairan dana otsus tidak terlambat.
Hingga 26 Februari 2026, di Papua Barat, hanya Manokwari Selatan yang telah menuntaskan RAP dan menerima pencairan dana otsus tahap pertama.
Judul berita ini telah diganti dari Sumule Tumbo : Fraksi Otsus DPRK Bukan Hanya Awasi Dana Otsus menjadi Sumule Tumbo : Kelompok Khusus DPRK Bukan Hanya Awasi Dana Otsus. Istilah Kelompok Khusus berdasarkan PP 106 Tahun 2021.
| Brigjen Sulastiana: Anggota Polda Papua Barat Jangan Merusak Institusi dengan Judi |
|
|---|
| Aksi Damai Pemuda Suku Besar Arfak Desak Menag RI Definitifkan Barnabas Dowansiba |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Papua Barat Selasa 12 Mei 2026, Fakfak dan Kaimana Berpotensi Hujan Ringan |
|
|---|
| Kanwil Ditjenpas Papua Barat Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba dan Handphone Ilegal |
|
|---|
| Wabup Kaimana Hadiri Apel Damai Siswa Taruna Kasuari: Perselisihan Jadi Pelajaran |
|
|---|