Mahasiswa Yahukimo Klarifikasi Pamflet Kontroversial, Minta Maaf ke Bupati
Mahasiswa Yahukimo di Manokwari klarifikasi dan minta maaf atas pamflet kontroversial “Salibkan Didimus Yahuli”
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Roifah Dzatu Azmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Mahasiswa-Yahukimo-memohon-maaf-kepada-Bupati-Yahukimo.jpg)
"Karena itu kami meminta Bupati Yahukimo untuk menyelamatkan mahasiswa yang nantinya akan menjadi bagian dari perubahan dan pembangunan daerah di masa depan," katanya.
Di sisi lain, Ketua Ikatan Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Manokwari, Ima Siep, membacakan pernyataan sikap resmi organisasi sebagai bentuk tanggung jawab moral atas polemik yang terjadi.
Dalam pernyataannya, mahasiswa Yahukimo menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Bupati Yahukimo atas segala tindakan yang dinilai berdampak pada pencemaran nama baik.
"Kami, Ikatan Mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Yahukimo Didimus Yahuli atas segala bentuk tindakan yang berimplikasi pada pencemaran nama baik Bapak," ujar Ima saat membacakan pernyataan sikap.
Baca juga: Holland Fans Manokwari Bersih-Bersih Kota Sambut Pesparawi Nasional XIV 2026
Mahasiswa juga mengakui bahwa penyebaran pamflet dengan narasi "Salibkan Didimus Yahuli" merupakan ekspresi yang lahir dari luapan emosional spontan akibat keprihatinan terhadap kondisi daerah, tanpa adanya niat untuk mencederai martabat pribadi bupati.
Selain itu, mahasiswa menyatakan telah menindaklanjuti instruksi Bupati Yahukimo dengan melakukan klarifikasi dan permohonan maaf serta menyampaikan penjelasan terkait sembilan poin yang sebelumnya menjadi perhatian pemerintah daerah.
Klarifikasi tersebut telah disampaikan baik melalui media maupun dokumen tertulis yang diteruskan melalui jalur komunikasi resmi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo.
Mahasiswa menegaskan bahwa tiga poin pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus komitmen untuk menjaga hubungan komunikasi yang baik antara mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo.
"Ketiga poin ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan komitmen kami untuk menjaga kondusivitas komunikasi antara mahasiswa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo," tutup Ima. (*)
| OPM Bunuh 8 Pendulang Emas di Yahukimo, Sebut Aksi Balasan |
|
|---|
| Rombongan PT Freeport Diserang OPM, 1 Prajurit TNI Gugur dan Warga Sipil Kena Tembak |
|
|---|
| KKB Kejar dan Bunuh Warga di Ruang Guru SMP YPK Yakpesmi Dekai, Juga Ancam Guru dan Murid |
|
|---|
| Aksi Teror KKB di Yahukimo, Tembaki Pengendara hingga Tewaskan Tukang Kayu di Ruang Guru |
|
|---|
| Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Tolak Pembangunan Pos-pos Militer dan DOB |
|
|---|