Papua Barat
DKP Papua Barat Perluas Akses Beras SPHP Lewat Kemitraan Bulog dengan UMKM
membuka peluang kemitraan bagi UMKM, kios, toko, maupun stakeholder lain yang ingin menjual produk Bulog secara resmi
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/kabid-harga-pangan-DKP-PB.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemerintah Papua Barat bersama Perum Bulog terus membina kemitraan dengan pelaku usaha miko kecil menengah (UMKM) untuk memperluas distribusi pangan murah kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Harga Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Maya, dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional di halaman Perpustakaan Universitas Papua (Unipa), Manokwari, Jumat (13/2/2026).
Ia mengatakan, bahwa Bulog memiliki peran strategis menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di daerah.
Karena itu, pihaknya membuka peluang kemitraan bagi UMKM, kios, toko, maupun stakeholder lain yang ingin menjual produk Bulog secara resmi.
“Siapa pun yang ingin menghadirkan Bulog di wilayahnya, baik UMKM maupun stakeholder lainnya, sangat boleh dan terbuka untuk bermitra. Bulog siap menjangkau masyarakat langsung ke lokasi,” ujarnya.
Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan dan Fateta Unipa Buka Gerakan Pangan Murah di Manokwari
Salah satu produk utama Bulog adalah beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
"Harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP untuk kemasan 5 kilogram ditetapkan Rp 67.500," ujarnya.
Meski demikian, Maya menjelaskan bahwa harga jual bisa berbeda tergantung lokasi distribusi.
Ia mengakatakan di beberapa titik, beras SPHP dijual Rp 60.000–Rp 63.000 per 5 kilogram, atau lebih murah dibanding harga pasar yang bisa mencapai Rp 65.000.
"Mitra resmi Bulog bahkan memperoleh harga lebih rendah sehingga tetap mendapat keuntungan tanpa membebani masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Catat! Harga Beras SPHP 5 Kilogram di Manokwari Rp 67.000: Jika Ada Pedagang Nakal Kami Blacklist
Namun, ia menegaskan bahwa mitra tidak diperbolehkan menjual beras SPHP di atas HET atau memperjualbelikannya kembali kepada pedagang lain.
"Produk tersebut (Beras SPHP) harus langsung dijual kepada konsumen akhir," tegasnya.
Selain beras, Bulog juga menyediakan telur Surabaya, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, dan cabai.
"Semua komoditas pangan pokok tersebut dapat dipasarkan melalui pola kemitraan resmi," katanya.
Ia menjelaskan bahwa bagi masyarakat yang ingin membuka usaha pangan, Dinas Ketahanan Pangan membuka peluang pembentukan kios pangan.
Dinas Ketahanan Pangan (DKP)
DKP Papua Barat
Bulog
beras SPHP
UMKM Papua Barat
harga eceran tertinggi (HET)
Gerakan Pangan Murah (GPM)
| Persipegaf Kalahkan Kejaksaan FC, Bupati Pegaf: Bisa Lolos ke Nasional |
|
|---|
| Kick-off Liga 4 Papua Barat: Gubernur Dominggus Mandacan Tekankan Sportivitas dan Persatuan |
|
|---|
| Audiensi UNCRI dan Disnaker Sepakati Pembentukan DK3 Papua Barat Tahun Ini |
|
|---|
| Pertamina Klarifikasi Isu Kenaikan BBM, Ali Hindom Ingatkan Dampak Berat di Daerah Timur |
|
|---|
| Anggota DPR Papua Barat Soroti Proyek Mangkrak di Kampung Susweni Manokwari |
|
|---|