Senin, 18 Mei 2026

Fraksi Otsus DPRK Teluk Bintuni Soroti Jalan Rusak di Idor dan Yensei

Menurut Korneles Waney, jalan rusak bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tapi juga berimbas langsung terhadap layanan dasar masyarakat. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Fraksi Otsus DPRK Teluk Bintuni Soroti Jalan Rusak di Idor dan Yensei
istimewa/Dokumentasi Korneles Waney
JALAN RUSAK - Anggota DPRK Teluk Bintuni dari Fraksi Otsus, Korneles Waney, mendesak pemerintah daerah dan Dinas PUPR Teluk Bintuni agar segera memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan rusak di pelosok Kampung Idor dan Yensei.  
Ringkasan Berita:
  • Mendesak Pemda Teluk Bintuni dan Dinas PUPR untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses jalan di Kampung Idor dan Kampung Yensei.
  • Distribusi sembako, akses pendidikan, dan layanan kesehatan terganggu.
  • Pemerintah jangan hanya memperbaiki jalan yang sudah ada, tapi juga membuka jalur baru ke wilayah terpencil.
 

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Anggota DPRK Teluk Bintuni dari Fraksi Otsus, Korneles Waney, mendesak pemerintah daerah dan Dinas PUPR Teluk Bintuni agar segera memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan rusak di pelosok Kampung Idor dan Yensei. 

Ia menilai kondisi jalan di sana masih banyak yang rusak dan menjadi hambatan utama bagi mobilitas warga dan roda perekonomian di kampung itu. 

Menurut Korneles Waney, jalan rusak bukan hanya berdampak pada kenyamanan, tapi juga berimbas langsung terhadap layanan dasar masyarakat. 

Mulai dari distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan hingga layanan kesehatan terganggu akibat infrastruktur yang belum memadai.

"Jalan itu jantungnya akses masyarakat. Kalau jalan rusak, semua sektor terdampak-mulai dari harga sembako, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan," katanya kepada Tribunpapuabarat.com di Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (23/1/2026). 

Ia juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap kampung-kampung yang masih terisolasi karena belum memiliki akses jalan yang layak.

Baca juga: Anggota DPRK Teluk Bintuni Soroti Proyek-proyek yang Diduga Lewat Masa Kontrak

 

la meminta Pemda Teluk Bintuni agar tidak hanya fokus pada perbaikan jalan yang sudah ada, tapi juga membuka jalur baru ke wilayah terpencil.

"Sudah saatnya eksekutif berani mengambil langkah konkret, bukan sekadar menunggu laporan. Wilayah-wilayah terpencil butuh akses agar tidak terus-menerus tertinggal," ujar Korneles Waney.

Ia menyebut pembangunan jalan tidak bisa dilihat sebatas proyek fisik semata. la menekankan pentingnya fungsi sosial dari keberadaan jalan yang layak untuk menunjang seluruh aktivitas masyarakat di kampung.

Jika akses jalan rusak atau bahkan tidak tersedia, dampaknya akan langsung dirasakan di lapangan.

Mulai dari anak-anak yang kesulitan pergi ke sekolah, warga sakit yang tidak bisa cepat ditangani, hingga harga kebutuhan pokok yang melonjak karena sulit dijangkau.

"Pembangunan itu bukan soal proyek besar, tapi soal keadilan akses. Infrastruktur dasar harus menjangkau semua lapisan, bukan hanya kawasan strategis," kata Korneles Waney.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved