Minggu, 26 April 2026

Vaksinasi Covid19

Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil, Simak 6 Hal yang Perlu Anda Tahu

Sebelum Anda memutuskan untuk tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19, ada baiknya mengetahui beberapa fakta terkait vaksin Covid-19 untuk ibu hamil.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Vaksinasi Covid-19 untuk Ibu Hamil, Simak 6 Hal yang Perlu Anda Tahu
Tribunnews/Herudin
Ilustras vaksinasi Covid-19 - Sebelum Anda memutuskan untuk tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19, ada baiknya mengetahui beberapa fakta terkait vaksin Covid-19 untuk ibu hamil. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Ibu hamil kini boleh menerima vaksin Covid-19.

Rekomendasi tersebut dikeluarkan oleh Perhimpunan Obestetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

POGI mengatakan pemberian vaksin Covid-19 aman diberikan pada ibu hamil.

Namun, mungkin masih ada saja di antara ibu hamil ataupun keluarganya yang meragukan vaksinasi Covid-19 ini.

Oleh karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19, ada baiknya mengetahui beberapa fakta terkait vaksin Covid-19 untuk ibu hamil.

Di antaranya sebagai berikut.

Ilustrasi ibu hamil.
Ilustrasi ibu hamil. (Boldsky.com)

Baca juga: Simak Efek Samping yang Mungkin Dirasakan Ibu Hamil setelah Melakukan Vaksinasi Covid-19

1. Efikasi vaksin

Seluruh vaksin Covid-19 yang beredar saat ini, baik yang versifat inactivated, mRNA, virus vector seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Sinopharm, dan Johnson & Johsnson,  aman dan dapat digunakan oleh ibu hamil.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Primaya Hospital Bhakti Wara, dr Idries Tirtahusada SpOG mengatakan, efektivitas vaksin, baik terhadap ibu hamil maupun yang tidak hamil, tentu tergantung dengan jenis vaksin yang diberikan.

"Sesuai dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, efektivitas vaksin semuanya rata-rata berada di atas 65 persen," jelas Idries.

2. Antibodi vaksin bertahan 6 bulan

Sebagai informasi,  pemberian jarak interval vaksin ibu hamil dan masayrakat pada umumnya tidak ada perbedaan.

Dosis pertama dan kedua dilakukan sesuai dengan interval atau jarak pemberian masing-masing vaksin yaknsi sekitar 14 atau 28 hari, bahkan lebih.

"Misalkan, (vaksin) Sinovac kita berikan dalam jangka waktu 28 hari, sedangkan AstraZeneca diberikan dalam jangka waktu 2 hingga 3 bulan," ujarnya.

Selanjutnya setelah dosis vaksin kedua diberikan, berdasarkan hasil dari beberapa penelitian yang dilakukan, antibodi pasca vaksinasi Covid-19 akan bertahan selama kurang lebih 6 bulan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved