Kamis, 16 April 2026

Vaksinasi Covid19

Serba-serbi Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga sebagai Booster, Simak di Sini

Data dari CDC menyatakan bahwa pemberian vaksin dosis ketiga ini bertujuan untuk memperpanjang efektivitas vaksin itu sendiri.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Serba-serbi Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga sebagai Booster, Simak di Sini
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 - Data dari CDC menyatakan bahwa pemberian vaksin dosis ketiga ini bertujuan untuk memperpanjang efektivitas vaksin itu sendiri. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Pemerintah mulai melakukan pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga sebagai booster

Data dari Pusat Pencegahan dan Perlindungan Penyakit AS (CDC) juga menyatakan bahwa pemberian vaksin dosis ketiga ini bertujuan untuk memperpanjang efektivitas vaksin itu sendiri.

Penelitian menunjukkan bahwa perlindungan yang dibuat oleh dua vaksin mRNA – Pfizer dan Moderna – terhadap Covid-19 mungkin memudar setelah beberapa bulan.

Hal tersebut kemungkinan besar juga berlaku untuk jenis vaksin lainnya.

Vaksinator menyuntikanvaksin dosis ketiga atau booster vaksin Moderna kepada tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). Pemerintah menargetkan pemberian dosis ketiga kepada tenaga kesehatan rampung pada pekan kedua Agustus 2021.
Vaksinator menyuntikanvaksin dosis ketiga atau booster vaksin Moderna kepada tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). Pemerintah menargetkan pemberian dosis ketiga kepada tenaga kesehatan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca juga: Simak 10 Syarat Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil

Penelitian yang dilakukan di Israel juga menunjukan bahwa orang-orang yang telah mendapatkan vaksin Pzifer lebih awal juga rentan terinfeksi virus Corona.

Misalnya, pasien yang divaksinasi pada Januari 2021 memiliki kemungkinan 2,26 kali lebih besar untuk tertular Covid-19 daripada mereka yang divaksinasi pada April 2021.

“Uji coba vaksin mRNA menunjukkan kepada kita bahwa vaksin tersebut efektif hingga 94 persen dalam melindungi pasien dari infeksi,” kata Thaddeus Stappenbeck, pakar penyakit menular.

Menurut Stappenbeck, efektivitas Vaksin Covid-19 tersebut mulai memudar sekitar enam bulan pada sebagian orang.

Bagaimana Mengetahui Efektivitas Vaksin Berkurang?

Menurut Stappenbeck, tidak ada cara mudah untuk mengukur apakah efektivitas vaksin yangAnda dapatkan telah memudar, terutama jika Anda berada dalam kondisi tubuh yang prima.

"Ada banyak hal yang memengaruhi imunitas manusia, bukan hanya tentang jumlah antibodi terhadap virus tertentu yang Anda miliki dalam aliran darah. Ada kekebalan berbasis seluler juga, dan itu lebih sulit untuk diukur," ucap Stappenbeck.

Covid-19 ini disebabkan oleh virus baru. Hal inilah yang menjadi tantangan besar para peneliti.

Baca juga: Terlambat Dapat Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Apa Dampaknya?

"Virus ini juga terus berevolusi, bermutasi, dan memaksa dokter dan peneliti untuk beradaptasi dengan cepat,” kata Stappenbeck.

"Data baru keluar setiap hari dan kami harus benar-benar mengawasi ini selama beberapa minggu dan bulan ke depan," tambahnya.

Data Cleveland Clinic juga mengatakan bahwa vaksin Pfizer dan Moderna sangat efektif melawan varian delta tetapi dosis ketiga akan semakin memperkuat kekebalan terhadap virus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved