Sabtu, 9 Mei 2026

Henti Jantung dan Serangan Jantung, Simak Beda Gejala, Risiko serta Penanganannya

Penyakit jantung terdiri dari berbagai jenis, seperti serangan jantung (heart attack) dan henti jantung (cardiac arrest).

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Henti Jantung dan Serangan Jantung, Simak Beda Gejala, Risiko serta Penanganannya
(Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Ilustrasi serangan jantung - Penyakit jantung terdiri dari berbagai jenis, seperti serangan jantung (heart attack) dan henti jantung (cardiac arrest). 

2. Terdapat Berbagai Faktor Risiko dan Gejala

Menurut Emily Zeitler, MD, ahli jantung di Dartmouth-Hitchcock Medical Center, henti jantung terjadi ketika denyut listrik (electric pulse) yang mengontrol detak jantung mengalami kerusakan.

Hal ini dapat menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak atau berdetak cepat sehingga tidak dapat memompa darah.

"Sebagian besar serangan jantung tidak memicu serangan jantung," kata Zeitler.

Namun, ketika kerusakan akibat berkurangnya aliran darah ke jantung menyebabkan jantung berhenti berdetak, henti jantung bisa terjadi.

Bagi individu yang pernah terkena serangan jantung sebelumnya, risiko individu tersebut untuk mengalami henti jantung akan meningkat.

Sebesar 75 persen kematian akibat henti jantung terkait dengan serangan jantung sebelumnya.

Lalu, 80 persen kematian akibat henti jantung dikaitkan dengan penyakit jantung koroner.

Umumnya, henti jantung dapat terjadi pada individu setelah ia mengalami serangan jantung sekitar enam bulan sebelumnya.

Gagal jantung dan komplikasi kardiovaskular lainnya juga dapat meningkatkan risiko henti jantung.

Baca juga: Hasil Penelitian Tunjukkan Orang dengan Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung

3. Penanganan

Dalam kasus henti jantung, jantung harus dipompa kembali dalam beberapa menit menggunakan metode CPR atau perangkat defibrilator.

Peluang individu bertahan dari henti jantung akan menurun jika episode henti jantung berlangsung lama.

Apabila individu sudah mengalami henti jantung selama sekitar delapan menit dan 24 detik, peluang individu tersebut untuk bertahan hidup hanya 10 persen.

Mereka yang mengalami henti jantung namun segera memeroleh pertolongan memiliki kemungkinan untuk selamat dari insiden tersebut tiga kali lipat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved