Henti Jantung dan Serangan Jantung, Simak Beda Gejala, Risiko serta Penanganannya
Penyakit jantung terdiri dari berbagai jenis, seperti serangan jantung (heart attack) dan henti jantung (cardiac arrest).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Serangan-jantung.jpg)
Setelah korban henti jantung berhasil diselamatkan, maka dokter akan mengidentifikasi dan mengurangi penyebab korban mengalami henti jantung.
Pasien yang berisiko tinggi terkena henti jantung biasanya dilengkapi implan cardioverter-defibrillator (ICD), perangkat yang mengembalikan ritme detak jantung menjadi normal.
Di sisi lain, perawatan untuk pasien serangan jantung tergantung pada posisi dan ukuran penyumbatan.
Baca juga: Tanda Masalah Jantung saat Berolahraga, Hati-hati jika Alami Sejumlah Gejala Ini
Terkadang penyumbatan bisa dibersihkan dengan terapi trombolitik menggunakan obat-obatan untuk memecah gumpalan.
Pasien yang mengalami serangan jantung juga dapat diberikan perangkat medis (stent) yang ditempatkan menggunakan kateter dan menopang arteri terbuka, untuk memastikan aliran darah menuju jantung.
Setelah penyumbatan diobati, banyak pasien serangan jantung diberi resep obat untuk mengurangi kolesterol atau mencegah pembekuan.
Dokter juga akan merekomendasikan perubahan gaya hidup, seperti mengurangi makanan berlemak dan berolahraga secara teratur. (*)
Artikel lainnya terkait masalah jantung
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tak Sama, Henti Jantung dan Serangan Jantung