Vaksinasi Covid19
Simak Perbandingan Vaksin Covid-19 Pfizer dan Moderna, dari Efikasi hingga Kandungannya
Simak perbedaan vaksin Covid-19 berbasis messenger RNA (mRNA) Pfizer-BioNTech dan Moderna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Vaksin-Pfizerrr.jpg)
Perbedaan efikasi vaksin tersebut dengan vaksin Moderna, hanya berbeda 1,1 persen saja. Efikasi vaksin Moderna, berdasarkan data yang ditinjau FDA, vaksin mRNA ini efektif 94,1 persen pada orang berusia 18 tahun ke atas.
Kendati memiliki perbedaan efikasi vaksin yang cukup kecil, namun, "Keduanya bekerja," kata Derek Sant'Angelo, PhD, profesor dan direktur asosiasi ilmu dasar di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School.
2. Kandungan Vaksin Pfizer dan Moderna
Perbedaan antara vaksin Pfizer dan Moderna adalah pada kandungan bahan yang digunakan dalam pembuatan vaksin Covid-19 ini.
Kandungan Bahan Vaksin Pfizer dan BioNTech
- mRNA
- Lemak
- Potasium klorida
- Kalium fosfat monobasa
- Natrium klorida
- Natrium fosfat dibasic dehidrasi
- Sukrosa
Kandungan Bahan Vaksin Moderna
- Lemak
- Tromethamine
- Tromethamine hidroklorida
- Asam asetat
- Natrium asetat
- Sukrosa
Baca juga: Kantongi Izin EUA BPOM, Simak Efikasi hingga Efek Samping Vaksin Cansino
Secara umum, mRNA melakukan tugas berat untuk menjadi vaksin, sementara lipid membantu mengantarkan mRNA ke tubuh Anda, dan bahan-bahan lainnya membantu menjaga pH dan stabilitas vaksin.
"Pada akhirnya, kedua vaksin ini sangat mirip," Thomas Russo, MD, profesor dan kepala penyakit menular di Universitas di Buffalo di New York, mengatakan kepada Health.
"Ada tweak eksklusif di antara keduanya, tetapi, pada akhirnya, mereka sangat mirip," imbuhnya.
3. Penyimpanan Vaksin Pfizer dan Moderna
Dalam hal penyimpanan, penggunaan kedua vaksin mRNA di Indonesia ini, sama-sama harus disimpan pada suhu sangat rendah.
Namun, perbedaan ukuran suhu penyimpanan kedua vaksin mRNA Covid-19 tersebut sangat jauh berbeda.
Vaksin Pfizer dan BioNTech harus dikirimkan dalam pengiriman termal yang dirancang secara khusus dan dikontrol oleh suhu yang harus tetap terjaga pada minus 70 derajat Celcius.
Vaksin virus corona berbasis mRNA ini dapat bertahan dalam kondisi tersebut hingga 10 hari.
Selain itu, perlu disimpan dalam "freezer suhu sangat rendah" hingga enam bulan.
Baca juga: Apakah Boleh Wanita yang Sedang Haid Menerima Suntikan Vaksin Covid-19? Simak Penjelasannya