Minggu, 19 April 2026

Vaksinasi Covid19

Perbedaaan Vaksin Pfizer dan Vaksin Moderna: Mulai dari Efikasi, Kandungan, hingga Penyimpanan

Simak perbedaan vaksin Covid-19 berbasis messenger RNA (mRNA) Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Tayang:
Editor: Astini Mega Sari
zoom-inlihat foto Perbedaaan Vaksin Pfizer dan Vaksin Moderna: Mulai dari Efikasi, Kandungan, hingga Penyimpanan
Tribunnews/Jeprima
Tampak pada gambar vaksin Covid-19 Moderna yang akan menjadi dosis ketiga atau vaksin booster dan jarum suntik bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8/2021). Penyuntikan dosis ketiga itu dimaksudkan untuk memberikan proteksi tambahan kepada petugas kesehatan, terutama bagi yang merawat pasien Covid-19.?Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan?booster? vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) ditargetkan selesai pada minggu kedua Agustus 2021 dengan jumlah nakes yang menjadi prioritas penerima vaksin sebanyak 1.468.764 orang. 

Perbedaan efikasi vaksin tersebut dengan vaksin Moderna, hanya berbeda 1,1 persen saja. Efikasi vaksin Moderna, berdasarkan data yang ditinjau FDA, vaksin mRNA ini efektif 94,1 persen pada orang berusia 18 tahun ke atas.

Kendati memiliki perbedaan efikasi vaksin yang cukup kecil, namun, "Keduanya bekerja," kata Derek Sant'Angelo, PhD, profesor dan direktur asosiasi ilmu dasar di Rutgers Robert Wood Johnson Medical School.

Baca juga: 3 Hal terkait Vaksin Covid-19 Buatan Moderna: Efek Samping Paling Umum hingga Cara Kerjanya

2. Kandungan Vaksin Pfizer dan Moderna

Perbedaan antara vaksin Pfizer dan Moderna adalah pada kandungan bahan yang digunakan dalam pembuatan vaksin Covid-19 ini.

Kandungan Bahan Vaksin Pfizer dan BioNTech

  • mRNA
  • Lemak
  • Potasium klorida
  • Kalium fosfat monobasa
  • Natrium klorida
  • Natrium fosfat dibasic dehidrasi
  • Sukrosa

Kandungan Bahan Vaksin Moderna

  • Lemak
  • Tromethamine
  • Tromethamine hidroklorida
  • Asam asetat
  • Natrium asetat
  • Sukrosa

Secara umum, mRNA melakukan tugas berat untuk menjadi vaksin, sementara lipid membantu mengantarkan mRNA ke tubuh Anda, dan bahan-bahan lainnya membantu menjaga pH dan stabilitas vaksin.

"Pada akhirnya, kedua vaksin ini sangat mirip," Thomas Russo, MD, profesor dan kepala penyakit menular di Universitas di Buffalo di New York, mengatakan kepada Health.

"Ada tweak eksklusif di antara keduanya, tetapi, pada akhirnya, mereka sangat mirip," imbuhnya.

Baca juga: Perlu Dosis Booser, Perlindungan Vaksin Covid-19 Moderna Disebut Berkurang Seiring Waktu

3. Penyimpanan Vaksin Pfizer dan Moderna

Dalam hal penyimpanan, penggunaan kedua vaksin mRNA di Indonesia ini, sama-sama harus disimpan pada suhu sangat rendah.

Namun, perbedaan ukuran suhu penyimpanan kedua vaksin mRNA Covid-19 tersebut sangat jauh berbeda.

Vaksin Pfizer dan BioNTech harus dikirimkan dalam pengiriman termal yang dirancang secara khusus dan dikontrol oleh suhu yang harus tetap terjaga pada minus 70 derajat Celcius.

Vaksin virus corona berbasis mRNA ini dapat bertahan dalam kondisi tersebut hingga 10 hari.

Selain itu, perlu disimpan dalam "freezer suhu sangat rendah" hingga enam bulan.

Baca juga: Daftar 9 Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Kantongi EUA dari BPOM, Moderna hingga Sputnik V

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved